BASARNAS Terkendala Cari Warga Hilang Di Nunukan

    Nunukan, jurnalsumatra.com – Badan SAR Nasional dan tim lain yang melakukan pencarian warga pencari kayu yang hilang di Sungai Sebaung Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mengalami kendala karena air sering surut.
Selain itu, kata Kepala Seksi Operasi Basarnas Kaltim-Kaltara, Octavianto di Nunukan, Selasa, banyaknya anak sungai menjadi faktor lain yang dialami sebagai menyebabkan lambannya pencarian terhadap korban bernama Rafik (35) warga Desa Tanjung Harapan, Sebatik Timur itu.
Korban yang tenggelam saat mandi pada sore hari, 31 Oktober 2017, itu sampai hari keenam pencarian belum berhasil ditemukan akibat berbagai kendala yang dialami tim SAR yang terlibat.
Kondisi sungai lokasi hilangnya korban juga banyak dihuni binatang buas seperti buaya dan ular kobra serta air sungai yang surut sejak pencarian hari ketiga.
“Banyak kendala yang dialami tim SAR yang mencari korban (Rafik) sehingga memperlambat pencarian terutama kondisi air sungai yang surut sejak tiga hari lalu sehingga rubber boat lambat jalannya,” kata Octavianto.
Meskipun tim SAR pernah mencium bau bangkai di sekitar lokasi kejadian, setelah dicek beberapa kali tidak ditemukan bekas mayat. Pencarian pada hari keenam ini, tim SAR menyisir tepian sungai dengan membagi dua kelompok.
Octavianto mengatakan, pencarian hari keenam dihentikan sementara waktu dan dilanjutkan Rabu (8/11).(anjas)

Leave a Reply