Batan Fokus Hilirisasi Hasil Riset Hingga 2019

     Bogor, jurnalsumatra.com – Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) akan fokus mengupayakan hilirisasi hasil-hasil riset dari bidang pertanian, kesehatan hingga infrastruktur di 2018 dan 2019.
“Saya senangnya kalau kita bisa mendatangkan nuklir untuk kepentingan masyarakat Indonesia. Contohnya untuk masalah jembatan atau bangunan rusak, kenapa Batan tidak bisa hadir, padahal ada kemampuan untuk membantu menyelesaikannya,” kata Kepala Batan Djarot Sulistio Wisnubroto di sela-sela rapat kerja 2018 Batan di Bogor, Jawa Barat,Selasa.
Sedangkan di bidang pangan, Djarot mengatakan selain menyelesaikan enam varietas tanaman dari 12 yang ditargetkan, Batan ingin yang sudah dihasilkan bisa segera diproduksi dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Contohnya proyek tempe dengan kedelai Batan harapannya bisa segera bisa termanfaatkan oleh industri.
Sedangkan untuk infrastruktur, ia mengatakan teknologi nuklir di bidang pengujian tak merusak, yang lebih dikenal dengan istilah non destructive investigation (NDI) mampu memberi solusi terhadap permasalahan rubuhnya infrastruktur seperti yang terjadi akhir-akhir ini.
Teknologi yang dimiliki Batan yang dibeli dengan dana Rp3 miliar ini belum termanfaatkan maksimal, padahal bisa melihat kondisi fisik bangunan sehingga selanjutnya dapat dilakukan pencegahan.

      Sedangkan di sektor lingkungan hidup, Djarot mengatakan teknologi isotop bisa  dimanfaatkan untuk memperkirakan peningkatan air laut di pulau yang terancam tenggalam sebagai dampak perubahan iklim. Sehingga selanjutnya dapat dilakukan tindakan agar pulau tidak tenggelam.
Terkait dengan perubahan iklim, menurut dia, di bidang pangan, hasil riset Batan juga sudah menghasilkan varietas yang adaptif dengan kondisi lingkungan kering maupun tergenang sebagai dampak perubahan iklim.
Sedangkan di bidang kesehatan, ia mengatakan periset Batan sudah menghasilkan radiofarmaka yang belum termanfaatkan rumah sakit-rumah sakit di Indonesia. Sebanyak lima produk radiofarmaka sudah siap digunakan untuk kebutuhan diagnosis dan terapi medis beberapa penyakit, terutama penyakit degeneratif seperti jantung, kanker dan ginjal.
Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan Batan Ferly Hermana mengatakan rapat kerja nasional 2018 yang dilakukan Batan untuk melakukan konsolidasi, mengetahui kemajuan program yang dijalankan, persoalan pendanaan dan bagaimana menjalankannya yang belum dijalankan dalam dua tahun ke depan.
Pada kesempatan yang sama rapat kerja, lanjutnya, juga bertujuan mengetahui kekuatan sumber daya manusia yang dimiliki untuk bisa menjalankan program yang sudah ditargetkan di periode 2014-3019. Selain juga mengevaluasi lagi fasilitas yang dimiliki untuk mendukung pencapaian target tersebut.
¿Seperti yang tadi sudah disebutkan Kepala Batan, kita tekankan pada hilirisasi. Banyak hasil riset yang belum diketahui produknya oleh masyarakat,” ujar dia.(anjas)

Leave a Reply