Batas Wilayah Plakat Tinggi-Sungai Keruh Masih Abu-Abu


Muba, jurnalsumatra.com – Tapal batas wilaya Kecamatan Sungai Keruh dengan Kecamatan Plakat Tinggi, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) masih abu-abu alias belum jelas. Hal ini berpotensi terjadi polemic, karena ada beberapa desa berbatasan dengan Kecamatan Sungai Keruh yang belum jelas batas wilayanya, seperti Desa Bukit Indah (B3), Sidorahayu (B2), Air Putih Uluh (C1) dan Desa Cinta Karya (C3) Kecamatan Plakat Tinggi, termasuk Desa Rimba UKur Kecamatan Sekayu. 

Jika tidak segera diatasi dikhawatirkan bisa memicu terjadinya komplik antar warga, karena dari beberapa desa tersebut masih saling klaim batas wilaya dengan desa Kramat Jaya, Kecamatan Sungai Keruh.

“Selama menjabat kades aku belum tahu pasti dimana tapal batas Kecamatan Plakat Tinggi dengan Kecamatan Sungai Keruh. Yang jelas kami sudah mengusul ke-Kecamatan, terus pihak Kecamatan sudah pernah ke Kabupaten berkoordinasi dengan dinas terkait. Waktu itu sudah hampir ada titik temu, nah ketika pihak Tapal batas turun ada masalah di PT CBS, pihak perusahaan mengakui kalau izin mereka ada di Kecamatan Sungai Keruh.

Namun setelah dicek oleh dinas terkait, ternyata salah satu devisi PT CBS itu masuk wilaya kecamatan Plakat Tinggi. Kalau secara Sah itu sudah disahkan,  hanya saja waktu itu beberapa kali kami diundang rapat, dari komisi II DPRD Muba tidak bisa memutuskan, makanya belum ada titik temu.

Terakhir kami diundang rapat Asisten 1, dihadiri camat Sungai Keruh, Kades Kramat Jaya, termasuk saya didampingi pihak Kecamatan Plakat Tinggi yang mana hasil dalam rapat tersebut disahkan memang benar kurang-lebih 800 hektar lahan Devisi 5 PT CBS masuk wilaya Kecamatan Plakat Tinggi Desa Bukit Indah.”Ujar Bambang, kepala Desa Bukit Indah saat dibincangi wartawan Jurnal Sumatra.com diruang kerjanya, Senin (11/3/2019).

Bambang berharap bantuan dari pihak kabupaten dan perusahaan untuk sama-sama turun ke lapangan kerena mereka ingin tahu titik koordinat atau batas wilaya yang sebenarnya, karena dia khawatir jika hal ini dibiarkan berlarut-larut bisa menjadi polemic.

“Jelas jadi polemic dengan warga, sekarang pun warga desa keramat Jaya sudah mulai bersebelahan. Contohnya hasil rapat dari asisten 1 memang benar kurang-lebih 800 hektar lahan PT CBS masuk wilaya Kecamatan Plakat Tinggi, tapi kepala Desa Kramat jaya tidak mau melepaskan. Saya minta pihak Kabupaten untuk segera menyelesaikan persoalan ini jangan sampai berlarut-larut, jika permasalahan ini tidak selesai berarti saya tidak punya keberhasilan dengan Visi-Misi, mengingat jabatan saya sudah hampair selesai.”Harap dia.

Sementara Zulkarnain (55) selaku toko masyarakat desa Rimba Ukur (C5) mengaku bingung dengan tapal batas wilaya Kecamatan Sungai Keruh dengan Kecamatan Sekayu, bahkan anak kandung dari Abdullah Ansyori (alm) Karya (kades) Kertajaya diera tahun 1996 ini juga menjelaskan, kalau wilaya beberapa desa tersebut sebelumnya masuk wilaya desa Kertajaya.

”Sebelum tapal batas ditetapkan oleh pihak Kabupaten, menurut aku wilaya beberapa desa tersebut, masih atas nama wilaya desa Kertajaya bukan desa Kramat Jaya, karena sebelumnya itu memang wilaya desa Kertajaya, desa Kramat Jaya itukan pemekaran dari desa Kertajaya. Kalau aku dalam mengurus surat jual beli tanah diwilaya itu (talang lungga) tetap dengan Kades Rimba Ukur, sebab pemilik tanah warga Rimba Ukur yang beli juga warga Rimba Ukur ”Jelas Zulkarnain. (Rafik Elyas)      

Memang seharusnya ditetapkan tapal batas antar Kecamatan termasuk desa, apa itu sungai, patok atau kanal, jika tapal batas belum jelas, kades ragu untuk mengurus administrasi tanah warganya.

Leave a Reply