Baznas Lebak: Penghimpunan Zakat Diandalkan Dari ASN

    Lebak, jurnalsumatra.com – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lebak  Eri Rahmat mengatakan penghimpunan dana zakat di daerah ini masih diandalkan dari pemotongan gaji  Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekertariat Pemerintah Kabupaten Lebak.
“Kita hingga kini menjalin kerja sama dengan Pemkab Lebak dalam pengumpulan zakat karena manfaatnya cukup besar untuk kesejahteraan umat,” katanya di Lebak, Sabtu.
Selama ini, penghimpunan zakat masih diandalkan dari pemotongan gaji para pegawai ASN Muslim di lingkungan Sekertariat Pemerintah Kabupaten Lebak.
Pengumpulan zakat tahun 2017 terealisasi Rp3,4 miliar dan kebanyakan dari pemotongan gaji pegawai ASN.
Sebab, pengumpulan zakat dari masyarakat masih kecil sehingga potensi zakat diandalkan dari ASN Muslim.
Mereka para ASN diwajibkan membayar zakat dari pemotongan gaji sebesar 2,5 persen.
Kewajiban para ASN membayar zakat di Kabupaten Lebak sudah berlangsung tujuh tahun dan tidak ada masalah.
“Kami masih mengandalkan pengumpulan zakat itu dari pegawai ASN Muslim,” katanya menjelaskan.
Untuk meningkatkan pemasukan zakat, pihaknya akan menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) setempat.
Selain itu juga BUMN, Polisi, TNI juga pekerja profesi, seperti pengacara, wartawan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Kerja sama ini, kata dia, diharapkan penghimpunan zakat lebih besar.
Sebab, penggunaan dana zakat di Kabupaten Lebak sangat diperlukan untuk mensejahterakan umat Muslim.
Penyaluran dana ZIS itu untuk disalurkan kepada delapan golongan yang berhak menerima zakat. Kedelapan golongan itu antara lain fakir, miskin, amil, muallaf, riqob, ghorim, sabilillah dan ibnu sabil.

Selain itu juga penyaluran ZIS itu di antaranya untuk perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), pemberian bahan pokok dan bea siswa kepada anak yatim piatu maupun siswa yang tidak mampu. Pembangunan sarana ibadah dan pendidikan, seperti masjid, mushala, majelis taklim, madrasah serta pondok pesantren.
Begitu itu juga penyaluran penguatan modal bagi pelaku usaha ekonomi produktif dan lainnya.
“Kami tahun ini menargetkan zakat sebesar Rp5 miliar dan berharap bisa terealiasi dengan kerja sama itu,” katanya menjelaskan.
Sekertaris Daerah Pemerintah Kabupaten Lebak Dede Jaelani mengatakan pihaknya mewajibkan para ASN membayar zakat dari pemotongan gaji bulanan sebesar 2,5 persen.
Saat ini, pegawai ASN di Lebak sebanyak 12.800 orang dan mereka iklhas pemotongan gaji untuk zakat.
“Saya kira para pegawai ASN tidak ada masalah adanya pemotongan gaji untuk zakat karena pengelola zakat cukup jelas  untuk kesejahteraan umat,” katanya.
Sementara itu, Aminah (45) seorang warga Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak mengaku bahwa dirinya lega setelah menerima dana bergulir dari Baznas tahap kedua sebesar Rp 1 juta.
Penguatan modal ini tentu cukup membantu bagi pedagang kecil sepertinya untuk mengembangkan usaha juga mencegah rentenir.
“Kami bersyukur dengan pinjaman modal bergulir tanpa bunga juga tidak menggunakan agunan kini usaha kami maju dan bisa menyekolahkan dua anak di bangku SMP dan SMA,” kata pedagang makanan yang mangkal di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 − three =