BBPOM Pekanbaru Musnahkan 129.624 Barang Sitaan

    Pekanbaru,jurnasumatra.com – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Kota Pekanbaru, Riau, memusnahkan 129.624 buah produk obat dan makanan yang tidak memenuhi syarat di Pekanbaru, Selasa.

“Temuan yang kami musnahkan ini terdiri dari Obat, Kosmetika, Obat Tradisional dan Suplemen yaitu 6.274 item, jumlah 129.624 kotak/tube/botol/bungkus/pieces dan nilai Rp1.841.537.749,” kata Kepala BBPOM Mohamad Kashuri.

Barang-barang tersebut merupakan hasil pengamanan petugas pengawas dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil BBPOM dari 2016 sampai 2017.

Mohamad Kashuri menjelaskan pengawasan terhadap obat dan makanan merupakan salah satu upaya dalam memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat dalam pembangunan pemerintah di bidang kesehatan.

Balai Besar POM di Pekanbaru memiliki tugas dalam mengawasi peredaran obat dan makanan yang beredar di wilayah Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Kami akan terus berkomitmen dalam pengawasan obat dan makanan demi keselamatan masyarakat, ” ujarnya.

Dalam rangka melindungi masyarakat dari obat dan makanan yang tidak memenuhi syarat, sambung dia BBPOM di Pekanbaru terus melakukan pengawasan secara komprehensif terhadap peredaran obat dan makanan di wilayah propinsi Riau.

Pengawasan “post market” oleh BBPOM di Pekanbaru dilakukan antara lain melalui pemeriksaan sarana produksi dan distribusi, sampling serta pengujian laboratorium untuk mendeteksi obat dan makanan tanpa izin edar, mengandung bahan berbahaya, serta obat tradisional mengandung bahan kimia obat.

“Hingga saat ini masih ditemui produk obat dan makanan yang tidak memenuhi standar beredar di wilayah propinsi Riau,” tegasnya.

Dalam pengawasannya BBPOM di Pekanbaru memiliki fungsi pembinaan dan penegakan hukum yang dilakukan oleh Tenaga Pengawas dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Terhadap Pelaku Usaha yang menyimpan/ mengedarkan produk OMKA tidak memenuhi syarat perlu dilakukan pembinaan, selanjutnya temuan  diamankan dan dilakukan tindaklanjut berupa salah satunya pemusnahan.

Sedangkan terhadap pelaku Usaha di bidang Obat dan Makanan apabila dalam proses pembinaan tetap mengulangi perbuatannya atau dengan sengaja melakukan pelanggaran di bidang obat dan makanan maka akan dilakukan penegakan hukum oleh PPNS BBPOM di Pekanbaru.(anjas)

Leave a Reply