Belanja Modal Dinas PUTR OKUT Rawan Dikorupsi

Palembang, jurnalsumatra.com – Pada tahun anggaran 2017, Pemerintah Kabupaten OKU Timur telah mengalokasikan anggaran untuk belanja modal sebesar Rp. 311.540.838.509,-. Yang telah terealisasi sampai dengan 31 Oktober 2017 sebesar Rp. 175.668.844.339,-. Sementara belanja modal yg dikelola pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) sebesar Rp 186.211.440.978,00 atau sebesar 59.8% dari total belanja modal pemerintah daerah kabupaten OKU Timur  dan telah direalisasikan sebesar Rp. 128.309.806.575,00 (s.d. 31 Oktober 2017) atau 68,91% dari nilai anggaran.

Koordinator FITRA Sumsel Nunik Handayani mengatakan,  dari hasil pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan fisik secara uji petik yang dilaksanakan bersama dengan PPK, PPTK, pengawas lapangan, dan penyedia barang atas paket pekerjaan belanja modal pada Dinas PUTR tersebut menunjukkan terdapat kekurangan volume pekerjaan pada 20 paket pekerjaan yang berdampak pada merugikan keuangan daerah sebesar Rp 1.620.733.651,69, Modus modus yang dilakukan adalah dengan mengurangi volume pada pembangunan/perbaikan jalan.

Berikut adalah rinciannya pertama Pekerjaan peningkatan jalan Jayapura – Bunga Mayang (K-105) Kecamatan Jayapura yg dilaksanakan oleh PT SJP berupa Lapis pondasi agregat kelas B (bahu jalan) dengan luas 234,00 M3, lapis pondasi agregat kelas B dengan luas 732,66 M3 dan perkerasan beton semen dengan luas 1.170,00 M3.  Dari hasil pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan fisik dilapangan menunjukkan terjadinya pengurangan pada volume pekerjaan sebesar Rp 466.281.174,96.

“Kedua adalah rehab/pemeliharaan jalan perkantoran – perumahan kotabaru residen. Yang dilaksanakan oleh CV BK dengan Kontrak Nomor 600/42.01/PPK.06/BM/DPU-TR/OKUT/2017 yaitu berupa perkerasan beton semen tanpa tulangan K250 dengan luas 433.64 M3. Dari hasil pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan fisik secara uji petik menunjukkan adanya selisih kekurangan volume pekerjaan sebanyak 15,36 M3 senilai Rp 32.003.480,06,” ujarnya.

Nunik melanjutkan, pekerjaan ketiga adalah rehab/pemeliharaan jalan Veteran Jaya-Banu Mas, Kecamatan Martapura/BP.Peliung dilaksanakan oleh CV PJ dengan No kontrak: 600/59.01/PPK.09/BM/DPU-TR/OKUT/2017 yaitu untuk perkerasan beton tanpa tulang K250 dengan volume 422,21 M3. Dari hasil pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan fisik secara uji petik menunjukkan kekurangan volume pekerjaan sebesar 28,20M3  dengan nilai sebesar Rp. 58.449.861,95. Selanjutnya,  rehab/pemeliharaan Jalan Pandan Agung-Margotani-Banban Rejo, Kecamatan Madang Suku II yg dilaksanakan oleh CV JR yaitu berupa perkerasan semen tanpa tulang dengan volume 297,98 M3, dari hasil pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan fisik secara uji petik menunjukkan kekurangan volume sebesar 6,77 M3 dengan nilai sebesar Rp 14.253.504,86

“Kelima adalah Rehab/pemeliharaan Jalan Rasuan-Rasuan Darat, Kecamatan Madang Suku I yang dilaksanakan oleh CV PS berdasarkan perjanjian kontraknya berupa perkerasan dengan beton semen tanpa tulang K250 dengan volume 804,72,  Dari hasil pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan fisik secara uji petik menunjukkan kekurangan volume pekerjaan sebanyak 22,13 M3 dengan nilai sebesar Rp 46.592.328,28,” bebernya.

Selanjutnya,  sambung Nunik, adalag rehab/pemeliharaan Jalan Sidorahayu, Kecamatan Belitang yaitu berupa perkerasan beton semen tanpa tulangan K250 dengan volume 341,69 M3 , sementara hasil pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan fisik secara uji petik menunjukkan kekurangan volume sebesar 22,22 M3 dengan nilai sebesar Rp 50.093.053,53

“Rehab/pemeliharaan Jalan BK 11- Karang Sari-Ringin Sari, Kecamatan Belitang/Belitang III berupa perkerasan beton semen tanpa tulangan K250 dengan volume 422,73 M3 dengan nilai kontrak sebesar Rp1.183.340.000,00. Hasil pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan fisik secara uji petik menunjukkan ada kekurangan volume pekerjaan sebesar 11,98 M3 dengan nilai Rp 27.045.385,39,” katanya.

Sementara itu, untuk pekerjaan rehab/pemeliharaan Jalan Sp. Minanga Sari – Kecamatan Semendawai berupa perkerasan beton semen tanpa tulangan K 250 dengan volume 301,10 M3 dan nilai kontrak sebesar Rp 731.330.000,00. Dari hasil pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan fisik secara uji petik menunjukkan kekurangan volume pekerjaan sebesar 6,43 senilai Rp 13.537.671,52. Sedangkan rehab/Pemeliharaan Jalan Cahaya Negeri-Karang Marga, Kecamatan Semendawai Suku III berupa perkerasan beton semen tanpa tulangan K250 dengan volume 251,10 M3 dengan nilai kontrak sebesar Rp 734.570.000,00. Hasil pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan lapangan menunjukkan kekurangan volume pekerjaan sebesar 16,72 M3 senilai Rp 37.650.325,73.

Nunik menjelaskan, untuk rehab/pemeliharaan Jalan Trimoharjo – Taman Agung, Kecamatan Semendawai Suku III dalam bentuk perkerasan beton semen tanpa tulangan K 250 dengan volume 357,75 M3 dengan nilai kontrak sebesar Rp 980.010.000,00. Hasil pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan fisik secara uji petik menunjukkan kekurangan volume pekerjaan sebesar 20,99 dengan nilai Rp 47.248.270,65.  Kemudian, rehab/pemeliharaan Jalan di BK 9-Tuan Ulung, Kecamatan Belitang/Buay Madang Timur yg dikerjakan oleh PT SCM dengan nomor kontrak 600/37.01/PPK.66/BM/DPU-TR/OKUT/2017 pasangan batu dengan mortar, timbunan pilihan berbutir berupa batu pecah campur, perkerasan beton semen tana tulangan K250 serta pasangan batu. Dari hasil pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan fisik secara uji petik menunjukkan kekurangan volume pekerjaan sebesar 92,46 dengan nilai Rp 103.361.048,36.

“Peningkatan saluran tersier Desa Tebat Jaya Pekerjaan peningkatan saluran tersier Desa Tebat Jaya dengan nilai kontrak sebesar Rp 816.066.000,00. Hasil pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan fisik secara uji petik menunjukkan kekurangan volume pekerjaan sebesar 8,81 M3 dengan nilai Rp 9.212.520,09. Untuk                pembangunan jembatan beton roda 2 S.Belitang Desa Kemuning Jaya dengan nilai kontrak sebesar Rp 1.379.466.000,00. Hasil pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan fisik secara uji petik menunjukkan kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp11.650.826,86,” paparnya.

Nunik mengungkapkan,  untuk  lanjutan pembangunan rumah bupati, bangunan pendukung, halaman, pos jaga, dan pagar dengan nilai kontrak sebesar Rp 4.931.253.000,00. Hasil pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan fisik secara uji petik menunjukkan kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp 113.909.029,9. Sementara itu,  pemasangan batu bronjong di Desa Minanga berdasarkan kontrak Nomor 600/13.01/PPK.19/SDA/DPU-TR/OKUT/2017 dengan volume 164 M. Dari hasil pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan fisik secara uji petik menunjukkan kekurangan volume pekerjaan sebesar 22.60 senilai Rp 32.655.418,00.

“Peningkatan saluran tersier Desa Kurungan Nyawa II dilaksanakan oleh CV YES yaitu berupa pemasangan batu bata dengan volume  348,67 M3. Setelah dilakukan pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan fisik secara uji petik menunjukkan adanya kekurangan volume pekerjaan sebesar 49,52 M3 senilai Rp 52.056.216,32. Sedangkan rehab/pemeliharaan Jalan Tanah Merah – Mekar Jaya, Kecamatan Belitang Madang Raya yaitu berupa penimbunan batu berbulir dengan luas/volume sesuai kontrak 1.020 M3. Setelah dilakukan pemeriksaan lapangan hanya dikerjakan  seluas 714,32 M3, sehingga kekurangan volume pekerjaan sebesar 305,68 M3 senilai  Rp 192.175.758,30,” paparnya.

Kemudian untuk rehab/pemeliharaan Jalan Bangsa Negara – Pelita Jaya, Kecamatan Belitang Madang Raya sesuai kontrak berupa penimbunan batu berbulir seluas 994.70 M3. Setelah dilakukan pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan fisik oleh team pengawas menunjukkan kekurangan volume pekerjaan sebesar109,40 M3 senilai Rp 68.780.111,48.

“Rehab/pemeliharaan Jalan Anyar – Surya Menang – Rawasari, Kecamatan Buay Pemuka Bangsa Raja sesuai kontrak kerjasama berupa penimbunan batu berbulir  seluas 998,55 M3. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh team pemeriksa menunjukkan kekurangan volume pekerjaan sebesar 223,72 M3 senilai Rp 140.358.851,85. Serta pembuatan siring pasangan Jalan Simpang Jayapura – Jayapura, Kecamatan Martapura berupa pemasangan batu dengan mortar dengan luas 810,40 M3  yg dikerjakan oleh CV PKU. Hasil pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan fisik dilapangan menunjukkan kekurangan volume pekerjaan sebesar 147,16 M3 senilai Rp103.415.670,18,” terangnya.

Menurut Nunik, kondisi tersebut telah melanggar beberapa aturan seperti Perpres Nomor 4 Tahun 2015, pasal 6 huruf f . Pasal 89 ayat (2a) yg menyatakan bahwa pembayaran untuk pekerjaan konstruksi, dilakukan senilai pekerjaan yang terpasang, sedangkan pada pasal 118 ayat (1) huruf e menyatakan bahwa perbuatan atau tindakan Penyedia Barang/Jasa yang dikenakan sanksi adalah apabila tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kontrak secara bertanggung jawab.

“Atas permasalah tersebut, maka FITRA Sumsel merekomendasikan pertama agar KPK dan Inspektorat daerah untuk memeriksa pihak terkait yang terlibat atas terjadinya potensi kerugian pada pembangunan dan menguatan jalan di Kabupaten OKU Timur. Serta meminta kepada Bupati dan DPRD untuk melakukan evaluasi atas progam pembangunan dan menguatan jalan di Kabupaten OKU Timur, karena sangat merugikan masyarakat. Kami juga meminta Dinas PU Tata Ruang Kabupaten OKU Timur untuk bertanggung jawab atas kelalaian yg telah mengakibatkan potensi  kerugian keuangan daerah,” pungkasnya.  (Yanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − fifteen =