Belum ada penambahan kasus COVID-19 di Mimika

Timika, jurnalsumatra.com – Jumlah kasus COVID-19 di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua hingga Selasa malam belum ada penambahan atau masih sama seperti dua hari sebelumnya yaitu sebanyak 150 kasus positif.

  Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Mimika, Reynold Ubra di Timika menyebut pada Selasa petang pihak Litbangkes Provinsi Papua melaporkan sebanyak 40 sampel spesimen swab yang dirujuk dari RSUD Mimika sejak beberapa hari lalu seluruhnya dinyatakan negatif dari COVID-19.

  “Per hari ini Selasa, 19 Mei 2020 tidak ada penambahan kasus baru COVID-19 di Mimika. Kasus aktif yang ada saat ini sebanyak 109 kasus yang dirawat dan diisolasi pada tiga rumah sakit di Mimika yaitu RSUD Mimika sebanyak 32 pasien, RSMM Timika tiga pasien dan RS Tembagapura sebanyak 74 pasien,” kata Reynold.

  Berdasarkan laporan pihak medis dari ketiga rumah sakit itu juga tidak ada penambahan jumlah pasien sembuh dari COVID-19 maupun pasien yang dilaporkan meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona jenis baru itu.

  Hingga saat ini jumlah pasien sembuh dari COVID-19 di Mimika sebanyak 38 orang dan pasien meninggal dunia sebanyak tiga orang.

  “Kami mengharapkan dukungan dari segenap warga Mimika kepada seluruh tim medis dan para pasien yang sementara dirawat di rumah-rumah sakit agar mereka bisa segera sembuh dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ujar Reynold.

  Meski tidak ada penambahan jumlah kasus baru COVID-19 di Mimika, sejumlah fasilitas kesehatan melaporkan ada penambahan pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP) dan orang tanpa gejala (OTG).

  PDP baru berjumlah lima orang dilaporkan oleh RS Tembagapura dan RSMM Timika sehingga kini totalnya menjadi 124 orang.

  Sementara ODP baru berjumlah tujuh orang dilaporkan oleh RSMM Timika dan Puskesmas Pasar Sentral sehingga totalnya menjadi 467 orang.

  Adapun OTG baru berjumlah delapan orang dilaporkan oleh RS Tembagapura dan Puskesmas Pasar Sentral sehingga totalnya menjadi 808 orang.

  Sebelumnya Vice Presiden PT Freeport Indonesia Bidang Hubungan Pemerintahan Jonny Lingga menyebut saat ini RS Tembagapura hanya merawat sembilan pasien positif COVID-19 dari total 102 kasus positif COVID-19 yang ditemukan di wilayah Tembagapura.

  Dari 102 kasus positif di Tembagapura, 26 pasien sudah dinyatakan sembuh, satu pasien lagi meninggal dunia.

  “Jadi, pasien aktif COVID-19 di Tembagapura saat ini sebanyak 74 orang. Dari jumlah itu, hanya sembilan orang yang dirawat di Rumah Sakit Tembagapura, dimana dua pasien memang memerlukan penanganan serius dan dipasangi ventilator. Yang lain mereka tidak dirawat di rumah sakit, mereka diisolasi di barak karena gejalanya ringan, bahkan ada yang tanpa gejala,” kata Jonny.

  PT Freeport kini menyiapkan 1.000 tempat tidur untuk ditempati karyawan yang menjalani proses karantina atau isolasi.

  Kapasitas Rumah Sakit Tembagapura juga kini ditingkatkan, tadinya hanya memiliki 50 tempat tidur pasien, kini ditambah menjadi 170 tempat tidur untuk perawatan pasien.

  “Kami juga punya delapan ventilator untuk membantu pasien yang mengalami gejala sesak nafas. Kami juga menambah tenaga dokter yang didatangkan dari Jakarta dan Makassar,” jelas Jonny.   
  Guna mempercepat pemeriksaan kasus COVID-19, PT Freeport telah mendatangkan dua unit peralatan pemeriksaan PCR yang dibeli dari Korea Selatan.

  Jonny mengatakan kedua peralatan PCR tersebut baru satu yang dioperasikan dan ditempatkan di Klinik Kuala Kencana sebagai pusat pemeriksaan sampel spesimen swab pasien terpapar COVID-19.

  “Tim pemeriksaan PCR-nya sudah ada, fasilitas kliniknya juga sudah ada. Makanya sejak 13 Mei sudah mulai dilakukan pemeriksaan sampel swab pasien yang tadinya harus dikirim ke Jayapura dan menunggu sekitar lima hari baru ada pengumuman hasilnya,” ujarnya.

  Peralatan pemeriksaan PCR tersebut juga akan segera digunakan untuk melakukan pemeriksaan sampel spesimen swab pasien COVID-19 yang ditangani oleh RSUD Mimika dan RSMM Timika.(anjas)