Belum Setahun Dibangun Jalan Sekayu-Pali Rusak Lagi

Muba, jurnalsumatra.com – Warga Musi Banyuasin (Muba) yang sebelumnya menaruh harapan Jalan mulus dengan dianggarkannya dana sebesar Rp 29 milyar oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru melalui Dinas PU. PR Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2019 lalu, untuk peningkatan jalan Sekayu penghubung Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali)

Namun setelah jalan sepanjang 40 kilometer itu, usai dikerjakan PT. Perdana Abadi Perkasa (PAP) dengan aspal hotmix, warga pengguna jalan justru kecewa, bahkan warga kini tengah menyoroti kualitas pengerjaan jalan tersebut.

Berdasarkan pantauan Jurnal Sumatra.com dilapangan, kekecewaan warga lantaran proyek jalan yang dikerjakan oleh PT. PAP itu terkesan asal jadi. Hal ini dilihat dari kondisi jalan yang dalam hitungan bulan saja usai dibangun kembali rusak dan berlobang. 

Masih dalam pantuan, seperti diketahui Jalan sepanjang 40 kilometer itu, dikerjakan oleh PT. PAP menggunakan aspal hotmix dengan biaya sebesar Rp 29 milyar rupiah. Cuma sayangnya peningkatan tidak dilakukan secara merata, hanya sebagian saja yang ditingkatkan dengan aspal hotmix maupun corbeton, selebihnya tambal sulam.

Dilihat dari lubang bekas pecingan pada badan jalan, kerusakan rata-rata terjadi pada tambal sulam. Ditambah lagi tidak adanya perawatan dan minimnya saluran pembuangan air (parit jalan) maka dalam hitungan bulan saja jalan kembali rusak dan berlubang bahkan kini kerusakan kian memperparah gara-gara berlalu lalang nya mobil Fuso pengangkut batu milik PT. PAP. 

Keadaan ini tidak hanya menghambat aktifitas para pengguna jalan, kerusakan jalan juga kerap menimbulkan kecelakaan bahkan sempat menelan korban jiwa. 

“Sebelumnya, anak sekolah mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia akibat kerusakan jalan. Kalau kecelakaan ringan disekitar ini sering terjadi, bahkan belum lama ini ada dua orang terjungkal akibat menghindari lubang yang ada dibadan jalan. Jika tidak segera diperbaiki bisa saja kembali menelan korban jiwa,” Ungkap Hardianto (43) warga Kelurahan Soak Baru Kecamatan Sekayu, saat dibincangi wartawan, Selasa (14/7/2020) .

Terpisah, Boyan (58) salah satu pedagang ikan keliling (kenyot) mengaku pernah mengalami kecelakaan akibat terjebak pada lubang jalan. 

“Terjebak ditikungan, disekitar Jembatan Gelam, karena disana itu badan jalan rusak dan berlobang, sehingga waktu berpapasan saya terjebak dan akhirnya terjungkal, beruntung tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. ”Celotehnya.

Selaku warga Muba, Rate Rafika SE mengatakan, kalau sebelumnya ia merasa senang dan gembira mendengar pemberitaan bahwa Gubernur Sumsel menganggarkan dana puluhan milyar rupiah untuk peningkatan jalan tersebut.

“Awalnya memang senang, karena jalan yang hampir setiap hari saya lewati mau dibangun. Namun setelah melihat hasil pekerjaan timbul rasa kecewa, karena terkesan asal jadi. Lihat saja saat ini, mulai dari desa Tebing Bulang Kecamatan Sungai Keruh sampai ke Sekayu kondisi jalan banyak yang rusak dan berlubang.”Sesalnya. 

Rate berharap Dinas PU. PR provinsi Sumatera Selatan untuk segera memperbaikinya agar jalan muda dilalui.

“Waktu kaum perempuan yang tergabung dalam Organisasi Sarina Srikandi Serasan Sekate (S4) menggelar aksi, saya juga ikut menyuarahkan jalan  tersebut. Karena waktu itu saya menjabat Sekretaris (S4).  

Oleh karena itu mewakili kaum perempuan saya berharapan agar Dinas terkait mencarikan solusinya, benahi jangan sampai para pengguna jalan mengalami kecelakaan saat melintas. Dan kepada para penegak hukum agar kiranya mengkroscek mutu peningkatan jalan tersebut. Kenapa, dana untuk peningkatan mencapai puluhan milyar rupiah, sementara jalan tidak se-mulus yang kami harapkan. “Pinta Rate. (Rafik elyas)