Bengawan UNS Raih Penghargaan Di Ajang SFC

      Solo, jurnalsumatra.com – Tim Bengawan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil meraih penghargaan JAMA Chairman Award  di ajang “Student Formula Jepang” tahun 2018.
“Penghargaan ini merupakan yang pertama kali diraih Bengawan, setelah beberapa kali mengikuti Student Formula Jepang,” kata General Manajer Bengawan Formula Student UNS Farlian di Solo, Rabu.
Ia mengatakan dari enam tim perguruan tinggi Indonesia yang mengikuti SFJ, hanya tiga tim yang berhasil memperoleh JAMA Awards. Menurut dia, penghargaan tersebut hanya diberikan kepada tim yang mampu menyelesaikan seluruh rangkaian kompetisi tanpa dikenai pinalti oleh panitia serta lolos “endurance”.
“Kami sangat bangga bisa mendapatkan penghargaan ini karena berarti dapat menyelesaikan setiap tahap mulai dari inspeksi hingga race dan seluruh event dengan baik tanpa melakukan kesalahan maupun kekurangan yang menyebabkan pengurangan poin,” katanya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Bengawan UNS Agung Tri Wijayanta mengatakan prestasi tersebut tidak lepas dari kerja keras, disiplin, team work, dan ketelitian yang baik dari Tim Bengawan.
Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi tim untuk terus berprestasi. Bahkan, untuk kompetisi tahun depan, pihaknya sudah menyusun strategi agar bisa tampil lebih baik.
“Untuk tahun 2019 kami akan melibatkan satu ‘driver’ wanita. ‘Driver’ wanita kemampuannya sebenarnya sama dengan laki-laki. Hanya saja, wanita bisa lebih hati-hati, cocok sekali buat uji rem,” katanya.

       Ia mengatakan kondisi rem menjadi salah satu penilaian dalam tahap “technical inspection”. Menurut dia, agar bisa mengikuti “dynamic events”, setiap mobil rancangan harus menjalani empat tes, yaitu “scrutineering”, “tilt and weight”, “noise/rain”, dan “brake”.
“Jika lolos semua tim akan mendapatkan 4 stiker. Menilai keseluruhan performa, Bengawan UNS berhasil memperoleh peringkat ke-69 dari 103 tim yang berlaga,” katanya.
Adapun, Student Formula Japan (SFJ) merupakan ajang kompetisi tahunan Automotive Engineers of Japan (JSAE). Dalam event tersebut siswa diberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan pembuatan objek yang dapat memberikan kontribusi pada perluasan industri otomotif Jepang.
“Kompetisi ini digelar sejak 2003 sebagai kegiatan publik agar siswa dapat benar-benar membuat objek, mengembangkan keahlian, dan sebagai latihan bagi mereka yang kelak memegang peran penting dalam industri otomotif,” katanya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − 15 =