Berikan Kebebasan ABK Bereskplorasi

Palembang, jurnalsumatra.com – SD Negeri 30 Palembang memanfaatkan sarana alat peraga bermain bantuan dari Kementrian Pendidikan (Kemendikbud) bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) atau pendidikan Inklusi. Ini bertujuan agar ABK bisa bereskplorasi dan bersosialisasi dengan lingkungan sekolah.

Wakil Kepala SD Negeri 3 Ema mengatakan, pendidikan Inklusi ini sudah lama diterapkan di SDN 3 Palembang. Namun pendidikan inklusi tidak hanya mengajarkan anak dapat belajar, menulis atau menghitung, melainkan menjadikan anak-anak ini bisa bersosialisasi dengan teman sebayanya.

“Tahun lalu SD Negeri 30 Palembang perna kedatangan Menteri Pendidikan¬† bapak Anies Baswedan. Beliau sangat apresiasi dengan pola pendidikan disini. Karena tidak semua sekolah memberikan perhatian lebih kepada ABK,” ujarnya.

Ema mengungkapkan, di SDN 30 ini ada sebagian tanah dibuat tempat khusus seperti dijadikan sarana alat peraga atau tempat bermain ABK. Dalam permainan ini juga sebagian besar berbahan dari kayu sehingga sangat aman bagi ABK. “Mereka diberikan kebebasan bereksplorasi dengan lingkungan sekolah. Kadang dalam bermain mereka ditemani siswa yang bukan ABK,” bebernya.

Jumlah siswa inklusi, lanjut Ema, dari kelas 1 hingga kelas 6 sekitar 100 siswa. ABK ini terdiri dari siswa yang hiperaktif, gagu, pendiam, dan lainnya. “Menghadapi siswa inklusi ini memang harus banyak besabar. Pasalnya, kami harus mengajari siswa ini secara bertahap, mulai dari siswa yang tidak mau bersosialisasi dengan teman hingga belajar menulis, membaca dan berhitung,” pungkasnya. (Yanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen − 11 =