Biometrik Permudah JCH Sampai Di Bandara Madinah

Pekanbaru, jurnalsumatra.com – Pemerintah Arab Saudi telah mewajibkan perekaman data Jamaah Calon Haji (JCH) dengan Biometrik melalui VFS-Tasheel dan sistim ini dinilai justru memudahkan jamaah haji Indonesia ketika sampai di Bandara Madinah.
“Sebab jamaah  tidak akan repot lagi melakukan perekaman karena sudah bisa  dilakukan di Indonesia dengan sistim biometrik itu,” kata Kasi Pendaftaran dan Dokumen Haji Kanwil Kemenag Riau, Suhardi Hasan, di Pekanbaru, Kamis.
Ia mengatakan itu terkait pemerintah Arab Saudi menerbitkan aturan baru mewajibkan perekaman data biometrik melalui VFS-Tasheel bagi CJH.
Menurut Suhardi, kementerian agama sudah melakukan pertemuan dengan pihak kedutaan besar Arab Saudi yang dimediasi oleh VFS-Tasheel yang akan melakukan perekaman Biometrik Jamaah haji. Pertemuan tersebut  digelar pada 6 Maret 2019  di gedung Graha Nusantara Halim Perdana Kusuma Jakarta.
Suhardi mengatakan, pertemuan itu juga dihardiri perwakilan dari kedubes Arab Saudi dan  pihak VFS-Tasheel dan Kasubdit Dokumen Perlengkapan Haji  regular, Kasi Pemeriksaan Haji di kementerian agama RI dan seluruh kepala bidang seluruh Indonesia dan kepala seksi pendaftaran haji semuanya.
“Terkait dengan unit perekaman ini, di Indonesia sudah ada 34 titik lokasi atau provinsi dan dari 34 lokasi itu  ada beberapa daerah yang ditambahkan diusulkan 7 lokasi di antaranya Riau, dan yang sudah ada baru satu unit perekamanan ini berlokasi di Jl. Adi Sucipto, Kota Pekanbaru atau dekat kantor pos,” katanya.
Sementara untuk tambahan lainnya, katanya,  Riau mengusulkan 10 titik agar memudahkan jamaah haji melakukan perekaman biometrik.
Suhardi mengatakan, pada 11 Maret 2019 telah dilakukan pertemuan rapat dengan kasi penyelenggaraan haji dan umrah se-Riau menjelaskan bahwa salah satu syarat jamaah untuk melakukan perekaman biometrik maka  jamaah  harus menyelesaikan passport. Passport ini yang harus di entry ke VFS-Tasheel. Setelah masuk ke email semua data jamaah, lalu VFS-Tasheel menginstruksikan dari pusat.
“Riau sudah mengirim 2.600 CJH yang sudah masuk ke dalam entry,” katanya.
Terkait upaya  Menteri Agama yang pernah mengajukan penundaan pelaksanaan perekaman biometrik, Suhardi tidak berkomentar namun lebih ingin bekerja sesuai  SOP biometrik agar dilakukan secara cepat dan  sampai kini belum ada kesulitan karena sedang koordinasi dengan VFS-Tasheel, sudah diberikan titik-titik lokasi pemasangan unit perekaman tersebut.
Selain itu, Kanwil Kemenag Riau juga meminta pad VFS-Tasheel agar disediakan perekaman biometrik secara mobile, seperti di Dumai dan Inhu sedangkan untuk Bengkalis bisa saja diatasi di Meranti, sementara di Pekanbaru bisa di atasi oleh perekaman biometrik di Kampar, Siak, Rokan Hulu.(anjas)

Leave a Reply