BKD Mataram Sosialisasi Final Alat Pengawasan Pajak

     Mataram, jurnalsumatra.com – Badan Keuangan Daerah Kota Mataram melaksanakan sosialisasi dan edukasi final terhadap alat pengawasan pajak berupa “tapping box” kepada puluhan pengusaha hotel, restoran dan parkir.
“Kegiatan sosialisasi diikuti 54 pengusaha hotel, restoran dan parkir yang akan dipasangkan alat pengawasan pajak pekan depan,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Mataram HM Syakirin Hukmi di Mataram, Kamis.
Syakirin yang didampingi Kepala Seksi Penagihan BKD Mataram Ahmad Amrin mengatakan, 54 perwakilan dari pengusaha hotel, restoran dan parkir tersebut mengikuti sosialisasi dengan mengajak menager dan petugas IT agar mereka bisa mengoperasionalkan alat tersebut.
Dikatakan, dalam kegiatan sosialisasi ini pihak BKD menghadirkan pemenang tender dan pengusaha pengadaan “tapping box” untuk memberikan pelatihan singkat kepada wajib pajak.
Harapannya, semua wajib pajak bisa menggunakan alat tersebut sebagai salah satu pengawasan dalam penghitungan potensi pajak daerah.
“Pemasangan alat ini, untuk kita sama-sama transparan dalam penghitungan potensi pajak daerah. Dengan alat ini, tidak hanya kami tapi semua bisa melakukan penghitungan potensi pajak disetiap wajib pajak,” katanya.

     Sesuai dengan jadwal yang ada, “tapping box” akan dipasang pada awal November 2017, pada 54 wajib pajak dengan total alat pengawasan pajak sebanyak 74 unit.
“Satu wajib pajak ada yang dipasangkan dua hingga tiga ‘tapping box’, atau sesuai dengan kasir registernya. Misalnya pakiran di Mataram Mall ada tiga pintu keluar, jadi alat tersebut kita pasang tiga,” katanya.
Menurutnya, pemasangan alat pengawasan pajak ini sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 23 dan 24 tahun 2016 dan Nomor 42 tahun 2017.
Dengan demikian, pengawasan yang dilakukan BKD dengan menggunakan alat tersebut merupakan sebuah kewajiban yang harus ditaati wajib pajak.
Syakirin menampik, bahwa sebanyak 53 wajib pajak yang akan dipasangkan alat tersebut merupakan wajib pajak yang bandel, tapi justru mereka termasuk wajib pajak yang taat.
“Tapi untuk memaksimalkan pendapatan, kita harus memiliki rasa tidak puas. Apalagi kalau dari hasil pengawasan manual masih ditemukan adanya kekurangan data dengan wajib pajak,” katanya.
Oleh karena itu, diharapkan setelah sosialisasi ini, wajib pajak dapat mendukung pemasangan alat pengawasan pajak sehingga dalam proses evaluasi dan pemeriksaan potensi pajak ke depan data antara wajib pajak dan pemerintah kota sama.
“Pemasangan ‘taping box ini bagian inovasi untuk melakukan pungutan pajak lebih maksimal, dan kondisi ini sifatnya memaksa sesuai dengan aturan yang ada,” kata Syakirin.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four + two =