BKKBN Aceh Sosialisasikan Pentingnya KB

     Meulaboh, Aceh, jurnalsumatra.com – Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengadakan sosialisasi pentingnya kesertaan pasangan suami istri mengikuti program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh.
“Pertumbuhan penduduk yang seimbang dan terkendali akan mempermudah pemerintah dalam merancang program pembangunan manusia untuk peningkatan kesejahteraan rakyat,” kata Kepala BKKBN Aceh, Sahidal Kasri, di Meulaboh, Rabu.
Hal itu disampaikan, saat memberikan sambutan pada acara Sosialisasi Kependudukan Keluarga Berencana di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP2AKB) Kabupaten Aceh Barat.
Pentingnya kesertaan KB bagi masyarakat di Kabupaten Aceh Barat agar petumbuhan penduduk tidak lepas kontrol dari keluarga yang tidak memiliki sebuah perencanaan sehingga kondisi demikian semakin membuat pertumbuhan penduduk tidak terkendali.
Sahidal, berkata, apabila jumlah penduduk tidak bisa dikendalikan tentunya akan berdampak pada proses pembangunan tidak akan berjalan dengan baik, sehingga butuh kepedulian semua rakyat dalam mendorong pembangunan regional dan nasional.

“Program pengendalian penduduk ini, kita laksanakan sesuai amanan Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, tujuan akhir agar rakyat Indonesia sejahtera,” tuturnya.
Lebih lanjut dijelaskan, program KB merupakan solusi terbaik untuk masalah pertumbuhan penduduk Aceh yang terus terus meningkat, karena itu dia berharap kepada pasangan suami istri di Aceh Barat untuk mengikuti program KB pemerintah itu.
Sahidal Kasri, menyebutkan, satu keluarga akan lebih maksimal memberikan perhatian kepada anak-anak sehingga cita-cita membangun keluarga berkualitas dapat tercapai, program tersebut juga bermanfaat menurunkan angka kematian ibu (AKI).
Kemudian mendorong keluarga lebih mudah memenuhi kebutuhan, sehingga perlu kerjakeras secara berkesinambungan agar instansi terkait mampu meyakinkan masyarakat bahwa program KB tidak bertujuan untuk membatasi kelahiran anak.
“Program KB bukan untuk membatasi kelahiran, tapi mengatur dan merencanakan kelahiran secara bijaksana agar lahir anak-anak yang sehat, cerdas, sehingga keluarga tersebut barulah bisa dikatakan sejahtera,” katanya lagi
Sahidal Kasri, mengusulkan Pemkab Aceh Barat melahirkan Qanun (perda) yang mengatur tentang pernikahan yang tujuannya agar calon pengantin bisa mendapatkan pendidikan pernikahan sebelum melangsungkan akad nikah.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 4 =