BKSDA : Kurangi Aktivitas Di Sungai Hindari Buaya

Kuala Pembuang, Kalteng, jurnalsumatra.com – Masyarakat Desa Kartika Bakti Kecamatan Seruyan Hilir Timur Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah diminta mengurangi aktivitas di sungai demi keselamatan pasca ditangkapnya seekor buaya di desa setempat pekan lalu.
“Tujuannya adalah untuk menghindari kejadian tidak diinginkan, sehingga potensi konflik antara manusia dan satwa dilindungi dapat ditekan seminimal mungkin,” kata Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, Muriansyah saat dihubungi di Kuala Pembuang, Selasa.
Menurutnya tidak jauh dari desa lokasi penangkapan buaya, ada Sungai Pukun dan Sungai Kalua yang merupakan habitat buaya. Alih fungsi hutan di kedua sungai tersebut, sedikit banyak berpengaruh terhadap keberadaan satwa liar.
Pihaknya sudah memasang pelang sosialisasi di sejumlah lokasi di kawasan itu untuk memberitahukan warga supaya berhati-hati saat beraktivitas di tepi sungai serta tidak melakukan kegiatan merusak alam.
“Kegiatan merusak alam diantaranya penyetruman, meracun sungai untuk mendapatkan ikan dan aktivitas lainnya yang dapat mengganggu keseimbangan habitat yang ada di daerah tersebut,” jelasnya.

Dia mengemukakan jika habitatnya sudah rusak maka membuat satwa di area tersebut beralih ke tempat lain. Misalnya ikan yang tadinya banyak kemudian menjadi sedikit, akan menyebabkan buaya beralih ke lokasi lain untuk mencari sumber makanan baru,” ucapnya.
Pihaknya pernah melakukan pemantauan di dua sungai tersebut namun belum dapat memastikan seberapa populasi buaya yang ada di kawasan itu.
“Lokasi tersebut biasa dijadikan tempat memancing oleh warga sehingga diharapkan untuk berhati-hati,” lanjut dia.
BKSDA Pos Jaga Sampit belum dapat langsung melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang satwa dilindungi serta habitatnya, sebelumnya harus dilaporkan dulu kepada pimpinan karena terkait pendanaan.
“Kalau memungkinkan, kami akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar area tersebut, namun ada sejumlah tahapan yang harus dilakukan terlebih dulu,” tambahnya.
Masyarakat diimbau berhati-hati. Selain mengurangi aktivitas di sungai, masyarakat harus tetap tenang dan tidak melakukan tindakan gegabah seperti membunuh satwa saat berhadapan dengan satwa liar dilindungi .
“Apabila ditemukan satwa liar dilindungi di area permukiman, warga diminta segera melaporkannya kepada petugas berwenang untuk segera ditangani,” kata Muriansyah.(anjas)

Leave a Reply