Blue Bird Dukung Petinju Berlaga Di NTB

     Denpasar, jurnalsumatra.com – PT Blue Bird Group mendukung tim atlet tinju dari Pertina Kota Denpasar, Bali, yang bertanding di ajang “Gubernur Cup Nusa Tenggara Barat (NTB) digelar di Kota Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat selama empat hari hingga 13 Desember 2017.
General Manager PT Blue Bird Group area Bali dan Lombok, I Putu Gede Panca Wiadnyana di Denpasar, Jumat, mengatakan pihaknya mendukung kegiatan olahraga dalam menggali bibit atlet berprestasi, salah satunya atlet cabang olahraga tinju.
“Wujud bantuan yang bisa kami berikan adalah kendaraan transportasi bagi tim tinju selama ikut kejuaraan di NTB. Juga fasilitas penginapan atau hotel jika dibutuhkan, serta bantuan uang tunai untuk membantu keperluan tim tinju selama berlaga di NTB,” ujar Panca Wiadnyana.
Panca Wiadnyana mengatakan apa yang dilakukan tersebut merupakan bentuk kepedulian pihak perusahaan transportasi terkemuka di Indonesia terhadap kemajuan dunia olahraga di Pulau Dewata.
“Semoga apa yang kami berikan ini bisa mendukung tim tinju Pertina Denpasar, demi kemajuan olahraga Bali, khususnya olahraga tinju. Semoga tim bisa mengharumkan nama Bali dalam ajang kejuaraan tersebut,” ujarnya.

     Ketua Umum Pengurus Daerah Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PD Pertina) Kota Denpasar, Made Muliawan Arya menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas bantuan yang diberikan pihak Blue Bird.
“Semoga ini bisa diikuti oleh pihak-pihak lainnya di Bali, agar ikut peduli terhadap kemajuan olahraga di Bali, khususnya di cabang olahraga tinju,” ujar pria yang akrab dipanggil De Gadjah.
Tim tinju Pertina Kota Denpasar, kata De Gajah, menargetkan tiga medali emas, pada ajang kejuaraan “Gubernur Cup NTB”
“Kami menargetkan tiga medali emas di ajang ‘Gubernur Cup NTB’. Itu sangat realistis, karena kami memiliki petinju-petinju berkualitas dan memiliki jam terbang cukup padat di level nasional,” ucap De Gadjah yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar.
Lima petinju yang nantinya turun di kelas elit yakni Ipin kelas layang ringan (46 kg), Ferdi kelas layang (49 kg), Valentinus Nahak kelas terbang (52 kg), Maksi kelas bantam ringan (56 kg) dan Jacky Riwu kelas bantam (60 kg). Sedangkan satu petinju “youth” atau remaja, yakni Edward Putu Anggito yang turun di kelas layang (45 kg).
“Khusus Anggito memang turun di kelas layang dengan 45 kg karena kategorinya youth. Persiapan yang telah kami lakukan juga sudah matang, dan ditangani pelatih Julianus Leo Bunga. Saya bebani tiga emas, tidak dari siapa secara spesifik yang meraih medali emas, namun secara keseluruhan petinju di tim ini yang berlaga,” katanya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 3 =