BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi Pesisir Barat-Teluk Semangka

     Bandarlampung,jurnalsumatra.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini prakiraan gelombang tinggi hingga Senin (13/8) khususnya untuk masyarakat yang berada di Pesisir Barat Lampung sampai ke wilayah Teluk Semangka Tanggamus.
Menurut BMKG, seperti disampaikan dalam rilis tim Forecaster on Duty Stasiun Meteorologi Maritim, di Bandarlampung, dan Stasiun Meteorologi Raden Intan Lampung, di Branti, Sabtu, gelombang masih terpantau cukup tinggi berkisar antara 2,5-4 meter di perairan Pesisir Barat Lampung sampai wilayah Teluk Semangka, Kabupaten Tanggamus hingga 13 Agustus nanti.
Karena itu, BMKG mengingatkan agar memperhatikan cuaca sebelum melakukan aktivitas melaut, baik saat wisata bahari atau saat melakukan penangkapan ikan.
BMKG juga menyampaikan peringatan berkaitan peta potensi kemudahan kebakaran lahan ditinjau dari unsur meteorologi di wilayah Provinsi Lampung dalam beberapa hari ke depan. Pencegahan kebakaran lahan dan hutan diperlukan mengingat semakin lama hutan semakin habis, selain itu dampak asap yang diakibatkan kebakaran lahan akan berdampak buruk bagi kesehatan.
Secara khusus BMKG juga menyampaikan prakiraan peningkatan potensi hujan di wilayah Lampung dalam beberapa hari ke depan.

Menurut BMKG, terjadi perubahan kelembapan udara yang cukup siginifikan di atmosfer terutama di lapisan 700 mb dan lapisan 500 mb. Peningkatan kelembapan udara dari yang sebelumnya sangat kering menjadi sangat basah menyebabkan potensi pembentukan awan kembali menjadi besar.
Selain itu, jumlah energi untuk konveksi atau istilah meteorologinya CAPE juga terjadi peningkatan yang cukup signifikan, sehingga potensi untuk terbentuk awan awan hujan menjadi besar.
Faktor lainnya adalah menurun kecepatan angin di lapisan 3000 ft yang membuat angin dapat berkembang atau tumbuh tinggi dengan baik. Selama puncak musim kemarau ini angin bertiup cukup kencang, sehingga awan akan cepat punah tidak bisa untuk tumbuh tinggi.
Kondisi itu bukan berarti kita akan segera memasuki musim hujan, namun kondisi atmosfer sedang dalam kondisi yang mendukung untuk terbentuk awan awan hujan.
Diharapkan hujan akan turun, sehingga sumur-sumur masyarakat akan kembali terisi dan juga para petani akan bisa melakukan aktivitas budi daya pertanian lagi. Hujan yang turun dalam waktu yang cukup lama akan menambah persediaan air tanah cukup sampai musim hujan datang nanti.
BMKG menyebutkan wilayah yang berpotensi besar banyak mendapat hujan adalah Kabupaten Way Kanan, Tulangbawang, Tulangbawang Barat, Lampung Tengah, dan Lampung Utara. Namun tidak menutup kemungkinan wilayah lainnya juga akan turun hujan karena faktor pendukungnya cukup merata di wilayah Lampung.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + six =