BNN Papua: Tinggalkan Ego Sektoral Berantas Narkoba

Timika, jurnalsumatra.com – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Papua Brigjen Polisi  Bambang Budi Santoso meminta semua pihak meninggalkan ego sektoral untuk bersama-sama melakukan pemberantasan dan pencegahan peredaran narkoba di wilayah itu.
Ditemui Antara di Timika, Jumat, Bambang mengatakan Indonesia dewasa ini tidak sekadar dalam kondisi darurat narkoba tetapi juga menjadi laboratorium penjualan narkotika internasional.
“Dengan jumlah penduduk yang luar biasa besarnya maka segala macam jenis narkoba dipasok ke Indonesia. Seakan-akan negeri kita menjadi laboratorium untuk uji coba. Makanya saatnya sekarang kita harus tinggalkan ego. Siapapun itu, baik TNI, Polri, pemda, Aparatur Sipil Negara (ASN), BUMN, BUMD, kita harus bersatu memerangi narkotika,” katanya.
Menurut dia, pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum.
“Apalagi kalau mengandalkan hanya BNN, personel kami hanya berapa orang saja. Itu tidak akan mampu. Kalau bicara narkotika sekarang, tidak ada lagi daerah yang terbebas dari barang itu. Anak-anak kita generasi muda harus terus kita ingatkan. Kalau kita tidak waspada maka sindikat narkoba terus mengincar kita sebagai laboratorium untuk uji coba,” katanya.
BNN Provinsi Papua meminta dukungan Pemkab Mimika agar dapat menghibahkan lahan untuk pembangunan gedung BNN Kabupaten Mimika.
“Syukur-syukur kalau Pemkab Mimika memperhatikan BNNK dengan menghibahkan lahan. Kalau sudah ada lahan, kami akan segera membangun kantor. Struktur organisasinya akan kami lengkapi sekaligus dengan fasilitas klinik untuk rehabilitasi pecandu narkoba karena rehabilitasai itu amat sangat penting,” tutur Bambang.
Selain Kota Jayapura dan sejumlah kota besar di Papua, Kota Timika menjadi salah satu pintu masuk perdagangan gelap narkoba ke wilayah Papua.
Penyebabnya, katanya, karena masih banyak pintu masuk terutama melalui jalur sungai dan laut ke wilayah itu yang belum diawasi secara ketat oleh petugas-petugas pemerintah.
“Pintu masuk atau katakan jalan tikus ke Timika sangat banyak melalui alur sungai seperti di Paumako. Bisa saja kapal-kapal lego jangkar di tengah laut lalu barang-barang itu dimuat pakai perahu kecil-kecil. Kapal-kapal kecil itukan tidak diperiksa,” kata Bambang.(anjas)

Leave a Reply