BNN: Tempat Pijat Kupang Rawan Peredaran Narkoba

     Kupang, jurnalsumatra.com –  Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kupang menyatakan tempat pijat tradisional di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur berpotensi menjadi lokiasi transaksi peredaran gelap narkotika dan obat-obatan terlarang.
“Tempat-tempat pemijatan tradisional di berbagai sudut Kota Kupang sangat banyak, sehingga rawan dijadikan tempat transaksi perdagangan gelap narkoba yang dilakukan pengguna dan pengedar narkoba,” kata Kepala BNN Kota Kupang Muhammad T Sidik, di Kupang, Selasa.
Sidik menegaskan hal itu terkait upaya antisipasi BNN Kota Kupang terhadap adanya peredaran gelap narkoba yang dapat menggunakan lokasi pemijatan dan indekosan mahasiswa sebagai lokasi transaksi narkoba.
Ia mengatakan, berdasarkan pemantauan dilakukan BNN Kota Kupang, transaksi peredaran narkoba sudah mulai bergeser dari tempat hiburan malam ke lokasi pemijatan dan indekosan.

“Kegiatan transaksi narkoba sebelumnya marak dilakukan di tempat hiburan malam, namun sekarang tidak ditemukan lagi, karena tempat transaksi sudah bergeser ke indekosan dan tempat pemijatan, menyusul gencar operasi yang dilakukan BNN ke tempat hiburan malam,” ujar Sidik.
Menurut dia, BNN Kota Kupang mulai membidik lokasi indekosan dan tempat pemijatan sebagai sasaran operasi penanggulangan peredaran gelap narkoba di ibu kota Provinsi NTT ini.
BNN Kota Kupang, kata dia, sudah melakukan upaya pencegahan dengan menggelar sosialisasi terhadap pemijat tentang bahaya menjadi pengguna dan pengedar narkoba.
“Para pemijat di Kota Kupang beberapa kali diikutsertakan dalam sosialisasi dilakukan BNN Kota Kupang tentang penanggulangan narkoba. Mudah-mudahan para pemiat di daerah ini tidak ada yang terjerumus sebagai pengguna dan pengedar narkoba,” kata Sidik pula.(anjas)

Leave a Reply