BNN: Waspada Modus Penyelundupan Narkoba Di Anus

    Karimun, Kepri, jurnalsumatra.com – Badan Narkotika Nasional Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, mengharapkan aparat agar mewaspadai modus penyelundupan narkoba dengan cara ditelan dalam perut atau disembunyikan dalam anus.
“Modus ini memang membutuhkan kecermatan petugas. Diperlukan insting yang tajam untuk mendeteksi modus seperti ini,” kata Kepala BNNK Karimun Kompol Ahmad Soleh Siregar.
Berdasarkan catatan, petugas Bea dan Cukai (BC) Tanjung Balai Karimun beberapa kali menggagalkan penyelundupan narkoba, terutama sabu-sabu lewat pelabuhan internasional Tanjung Balai Karimun, dengan modus ditelan atau disimpan dalam anus.
Terakhir pada Rabu (30/1), BC Karimun menahan seorang penumpang MV Putra Maju 08, ADMZ setelah ketahuan membawa sabu-sabu yang disembunyikan dalam anus.
Ahmad Soleh mengapresiasi kejelian petugas BC yang berhasil mencegah masuknya narkoba dengan modus tersebut.
Dia mengakui peran aktif BC dan instansi lain sangat diharapkan untuk mencegah penyelundupan narkoba dari Malaysia dengan berbagai modus.
“Kerja sama yang sinergi antarinstansi sangat membantu. Dan terus terang kami belum bisa melakukan penindakan karena personel yang sangat terbatas. Peran kawan media yang terus memberitakan juga sangat membantu,” kata dia.

    Sementara itu, petugas penindakan KPBBC Tanjung Balai Karimun M Jangka mengakui petugas BC di pelabuhan internasional belum memiliki peralatan yang mendukung untuk mendeteksi penyelundupan narkoba dengan modus disimpan dalam anus.
“Petugas hanya melakukan ‘profilling’, mengawasi gerak-gerik mencurigakan para penumpang. Biasanya, pelaku sering gugup atau gelisah saat hendak melewati alat pemindai atau x-ray,” kata Jangka saat keterangan pers beberapa hari lalu.
Pada kesempatan yang sama, Komandan Kodim 0317/Karimun Letkol Arm Rizal Analdie mengapresiasi pengungkapan penyelundupan narkoba dengan modus disembunyikan dalam anus.
“Sebagai salah satu aparat, kami mengajak semua komponen masyarakat mari sama-sama kita cegah peredaran narkoba,” kata dia.
Kabupaten Karimun merupakan daerah kepulauan yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia.
Satu-satunya pintu masuk dari dua negara jiran tersebut adalah melalui pelabuhan internasional Tanjung Balai Karimun, yang kerap dijadikan sebagai pintu masuk penyelundupan narkoba, terutama dari Malaysia.(anjas)

Leave a Reply