BNNK Mataram Dukung Tes Urine Siswa Baru

Mataram, jurnalsumatra.com – Badan Narkotika Nasional Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyatakan siap mendukung wacana kegiatan uji narkoba melalui tes urine bagi siswa baru baik tingkat SMP maupun SMA/sederajat di kota itu.

  “Apabila ada sekolah yang mengeluarkan kebijakan dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) diharuskan uji narkoba melalui tes urine, kami siap mendukung,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Mataram H Nur Rachmat di Mataram, Rabu.

  Pernyataan itu disampaikan menyikapi wacana apabila kegiatan PPDB di Mataram mengharuskan tes urine seperti yang disarankan BNNK Kabupaten Bima, untuk meminimalisir peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan pelajar.

  Nur Rachmat mengatakan, untuk melakukan tes urine di kalangan pelajar memang cukup berat karena hal itu terkait dengan anggaran yang akan dikeluarkan, apalagi jumlah siswa baru mencapai ribuan.

  Namun demikian, apabila kegiatan tes urine dilakukan berdasarkan kesepakatan antara orang tua, komite sekolah serta pihak sekolah dan kegiatan tes urine dilakukan secara mandiri maka BNNK Mataram siap mendukung kegiatan positif tersebut.

  “Selama tes urine tersebut dilaksanakan secara mandiri oleh komite bersama orang tua murid, kami siap membantu tenaga,” ujarnya.

  Menurutnya, keterbatasan anggaran yang dimiliki BNNK tidak bisa berbuat banyak dalam mengakomodasi aspirasi jika ada sekolah yang meminta untuk melakukan tes urine secara menyeluruh terhadap siswa.

  Karenanya selama ini, upaya yang dilakukannya adalah dengan mengandalkan guru bimbingan konseling (BK) di setiap sekolah dan dinilai lebih efektif.

  Pasalnya, para guru lebih tahu siswanya yang terindikasi melakukan penyalahgunaan narkoba dan obat-obat terlarang. Diantaranya dengan melihat perubahan bentuk fisik dan perilaku siswa.

  Apabila ditemukan siswa yang terindikasi melakukan penyalahgunaan narkoba, sekolah akan melakukan pembinaan bekerja sama dengan BNNK Mataram untuk rehabilitasi melalui program rawat jalan.

  “Rata-rata siswa yang terindikasi melakukan penyalahgunana narkoba masih dalam tahap coba-coba sehingga kita bisa cepat melakukan rehabilitasi,” katanya.

  Kepala BNNK Mataram ini menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 20 siswa yang menjalani rehabilitasi dari beberapa sekolah tingkat SMP dan SMA.

  “Rata-rata mereka berasal dari sekolah yang memang kita curigai ada indikasi,” kata Nur Rachmat yang enggan menyebut nama sekolah dimaksudkan.

  Oleh karena itu, lanjutnya, untuk saat ini pihaknya menilai pemeriksaan tes urine bagi siswa baru belum terlalu mendesak meskipun kegiatan itu baik, namun akan terkesan menghambur-hamburkan anggaran sebab BNNK sudah memiliki pemetaan terhadap hal itu.(anjas)