BNNP Gagalkan Pedaran Sabu 7 Kg di Tulung Selapan

Palembang , jurnalsumatra.com – Tim BNNP Sumsel mengungkap kasus penyalahgunaaan sabu yang dilakukan 3 orang tersangka MM,  IV dab GD dengan tempat kejadian perkara di Jalanintas Kabupaten OKI Tulung Selapan depan Mapolsek Tulung Selapan dan Pelabuhan TAA Banyuasin. Barang bukti sabu yang diamankam petugas seberat 7 kilogram.

Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan mengatakan,  pada Jumat 16 November 2018 anggota bidang pemberantasan BNNP Sumsel melakukan penyelidikan serta menindaklanjuti informasi dari masyarakat di Kecamatan Tulung Selapan OKI, tentabg adanya tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran narkotika yang meresahkan masyarakat Tulung Selapan.

“Pada 18 November 2018 sekitar pukul 05.30 WIB,  tim BNNP melakukan penangkapan terhadap tersangka IV dan tersangka GD di Jalan Raya depan Mapolsek Tulung Selapan, yang mana tersangka IV sedang mengendarai Toyota Avanza warna hitam menuju Tulung Selapan. Ketika tepat di depan Mapolsek Tulung Selapan Palembang tim BNNP Sumsel bersama anggota Polsek Tulung Selapan langsung melakukan penghadangan dan tersangka dan berhasil menghentikan laju kendaraan tersangka dan langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan ditemukan satu kardus yang berisi 7 paket besar yang dibungkus plastik warna hijau yang bertuliskan huruf China Guanyin Wang dengan berat 7 kilogram, yang mana barang bukti diletakkan di bawah dash board depan sebelah kiri. Keberhasilan kita mengamankan 7 kg sabu ini,  artinya kita menyelamatkan 42 ribu orang  tidak memakai narkoba,” ujarnya saat konfrensi pers di kantor BNNP,  Rabu (21/11/2018).

Jhon menjelaskan,  IV diperintahkan oleh MM warga Tulung Selapan untuk mengambil paket sabu dengan menemui AD (DPO)  di depan SPBU Kenten,  dengan tersangka IV baru pertama kali menerima paket sabu dari seseorang bernama AD (DPO) dan memperoleh upah Rp 18 juta,  namun baru diterima Rp 5 juta di transfer MM.  Setelah itu,  atas permintaan MM narkotika itu diserahkan ke HD (DPO)   di depot Tulung Selapan dan menurut keterangan MM narkotika itu milik DB (DPO).

Menurut keterangan IV,  lanjut Jhon,  sabu tersebut akan diedarkan di wilayah Tulung Selapan dan wilayah Perairan OKI.  Selanjutnya,  tim BNNP menuju pelabuhan TAA untuk menangkap MM yang akan menyeberang ke Bangka.

“Tersangka akan kita kenenakan pasal 114 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1 dan pasal 112 ayat 2 pasal 132 ayat 1  UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.  Selain itu,  untuk MM rumahnya disegel,  kita mintak pengadilan untuk melakukan penyitaan karena akan kita kenakan pasal pencucian uang. Karena MM memiliki rumah mewah di Tulung Selapan dan satu di Palembang,” ucapnya.

Jhon menambahkan,  sepanjang tahun ini,  pihaknya berhasil mengamankan 33 kilogram sabu. Angka itu lebih tinggi dari tahun lalu dengan jumlah sekitar 5 kilogram. ” Ini prestasi luar biasa. Ini karena bantuan laporan dari masyarakat,” tegasnya.

Jhon mengungkapkan,  zona merah peredaran narkotika di Sumsel berada di tiga wilayaj yakni di Palembang,  Pali,  dan Tulung Selapan. “Untuk di Palembang,  saya mintak Walikota tutup diskotek yamg banyak peredaran narkotika ,termasuk kampung baru saya mintak tutup prostitusi gelap itu karena sarang narkoba. Kampung baru itu tempat maksiat dan juga sarang narkotika,” pungkasnya.  (Yanti)

Leave a Reply