BNNP Sulut Musnahkan Dua Pohon Ganja Hidroponik

     Manado, jurnalsumatra.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Utara melakukan pemusnahan barang bukti dua pohon ganja yang dikembangkan secara hidroponik, di Manado, Selasa.
Pemusnahan dengan cara dibakar di api dalam sebuah tong, dilakukan secara bergantian antara lain oleh Kepala BNNP Sulut Brigjen Pol Charles Ngili, Kasdam XIII Merdeka Brigjen TNI Fadjar Setyawan, Irwasda Polda Sulut Kombes Pol Hotman Simatupang, Karo Hukum Pemerintah Provinsi Sulut Glady Kawatu.
Kepala BNNP Sulut Charles Ngili mengatakan terungkapnya kasus ini berkat kerja sama BNNP  dengan Bea Bukai Sulawesi Bagian Utara, Kantor Pos Manado, Kantor Pos Gorontalo dan BNNP Gorontalo.
“Terungkapnya kasus ini diawali dengan adanya pengiriman bibit ganja dari Inggris, kepada tersangka MA yang  nantinya akan ditanam dengan cara hidropnik,” katanya.
Ia mengatakan pemusnahan narkotika golongan I jenis ganja ini sesuai dengan ketentuan berlaku.
Setelah melalui proses penyidikan, sesuai amanat UU RI Nomor 30  Tahun 2009 tentang Narkotika pasal 75 huruf K, penyidik BNN berwenang memusnahkan narkotika dan prekursor narkotika.

    Pada pasal 90, untuk  keperluan penyidikan, penuntutan di sidang pengadilan penyidik BNN menyisihkan sebagian kecil sitaan narkotika dan prekursor narkotika, untuk dijadikan sampel pengujian di laboratorium dan pemeriksaan di  sidang pengadilan.
Pasal 91 ayat 2, penyidik yang telah menerima penetapan status bahan sitaan dari kejaksaan  setempat, paling lama dalam waktu 7×24 jam setelah menerima ketatapan status dari kejaksaan, wajib memusnahkan barang sitaan narkotika,” katanya.
Pada pemusnahan barang bukti yang dilakukan di halaman BNNP Sulut, juga menghadirkan tersangka MA.
Terungkapnya kasus ini berawal dari kecurigaan Bea Cukai terhadap pengiriman sekitar sembilan paket bening berisikan 12 bibit ganja dari luar negeri atau Inggris, yang kemudian dilakukan koordinasi dengan BNN Provinsi Sulut.
Kiriman paket ditujukan kepada  MA alias Memed dengan alamat  Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, kemudian BNN Sulut melakukan “controlled delivery” terhadap paket tersebut, sesuai dengan tahap-tahap yang ada.
Saat tiba di tempat tujuan, petugas melakukan penggerebekan dan penangkapan terhadap tersangka.
Dari interogasi dilakukan petugas juga menemukan tanaman ganja yang dikembangkan tersangka dengan metode hidroponik.(anjas)

Leave a Reply