BNPT Semangati Pelajar Buat Film Anti Terorisme

     Sungailiat, jurnalsumatra.com – BNPT melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Bangka Belitung menggandeng artis Prisia Nasution dan sineas Swastika Manohara untuk mencerahkan pelajar Kabupaten Bangka dalam membuat film pendek tentang anti terorisme.
“Kegiatan pembuatan film pendek anti terorisme ini pernah dijuarai pelajar dari SMK di Tempilang, Bangka Barat,” kata Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Riswardi di Sungailiat, Jumat.
Dikatakannya, FKPT Babel dalam menjalankan program menangkal radikalisme diarahkan kepada pelajar sebab dengan zaman modern dan teknologi, seperti gawai membuat budaya bangsa semakin bergeser, sehingga memudahkan pelajar dipengaruhi hal-hal yang berkonten kekerasan.
Menurut dia, kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan motivasi bagi pelajar di Bangka supaya berpartisipasi dalam lomba film pendek, sehingga kembali menoreh prestasi di tingkat nasional seperti tahun sebelumnya.
Sementara, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjen Pol Hamli ME memberikan pemahaman kepada para pelajar agar selalu mewaspadai bahaya terorisme, dengan mengetahui sejumlah kasus terorisme yang pernah terjadi di Indonesia.

     “BNPT menyelenggarakan lomba film pendek ini untuk mendorong para peserta menggali kearifan lokal yang terkait dengan upaya pencegahan pengaruh dari paham terorisme dengan kembali memperkuat mental generasi muda yang dibangun dari keberagaman, adat istiadat, agama dan lain sebagainya,” katanya.
Dikatakannya, suatu negara seperti Suriah yang porak-poranda karena perang di dalam negeri sendiri yang tidak bersudahan. Akibatnya, negara yang dulunya indah menjadi hancur sehingga rakyatnya menderita.
BNPT di Indonesia dibentuk pada tahun 2010 sesuai Peraturan Presiden Nomor 45 Tahun 2010 dan diganti Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2012.
Hamli menjelaskan, motif teror, berdasarkan riset oleh INSEP tahun 2012, adalah 45,5 persen disebabkan ideologi agama, 20 persen Solidaritas Komunal, 12,7 persen mob mentality, 10,9 persen balas dendam, 9,1 persen situasional dan 1,8 persen karena separatisme.(anjas)

Leave a Reply