BPBD: Banjir Di Indragiri Hulu Berangsur Surut

Pekanbaru, jurnalsumatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau menyatakan sebagian wilayah terdampak banjir yang selama sepekan terakhir melanda 11 Kecamatan di sepanjang bantaran daerah aliran sungai (DAS) di Kabupaten Indragiri Hulu mulai berangsur surut.
“Sebagian sudah ada yang surut. Namun kita tetap waspada karena informasi dari sana potensi hujan masih tetap tinggi,” kata Kepala BPBD Riau Edwar Sanger kepada Antara di Pekanbaru, Senin.
Ia menjelaskan bahwa distribusi bantuan hingga saat ini masih terus berlangsung. Bantuan terdiri atas makanan cepat saji serta kebutuhan sandang itu berasal dari pemerintah setempat dan Pemerintah Provinsi Riau terus dikirim ke ribuan warga yang terdampak banjir.
Dia memastikan proses pemberian bantuan terus dilakukan dan dikoordinir dengan baik guna kepada korban yang sebagian masih bertahan di tenda pengungsian.
Sementara itu, Kepala BPBD Indragiri Hulu Widodo mengatakan beberapa wilayah yang mulai surut di antaranya adalah Kecamatan Batang Peranap dan Peranap.
Secara umum, kata dia, surutnya air di kedua kecamatan itu karena justru mengalir ke perkampungan yang berada di hulu, di antaranya adalah Rengat dan Pasir Penyu.
“Namun jika tidak ada limpahan air dari hulu kami perkirakan dua hari lagi banjir segera surut,” katanya.
Widodo menjelaskan bahwa banjir yang menggenangi 4.000 rumah lebih di Indragri Hulu akibat tingginya curah hujan di wilayah itu dalam sepekan terakhir. Selain itu, kondisi tersebut diperparah dengan meluapnya sungai Kuantan dan Indragiri akibat kiriman debit dari Provinsi Sumatera Barat dan Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau.

Untuk itu, meskipun kondisi air secara umum mulai surut, dia tidak berani memastikan kapan banjir benar-benar usai jika justru hujan di wilayah hulu masih tetap tinggi.
Lebih jauh, Widodo memastikan hingga kini seluruh korban yang terdampak banjir belum ada yang mengeluh sakit.
Selain itu, kebutuhan air bersih untuk para korban banjir terus berupaya dipenuhi dengan mengerahkan mobil tanki berisi air bersih milik BPBD setempat.
“Kemudian kita juga turut menggunakan mesin penyuling air agar kebutuhan air bersih tetap tercukupi,” katanya.
Sebagian wilayah Riau sejak awal November ini mulai terdampak banjir menyusul meningkatnya curah hujan di wilayah tersebut. Selain Indragri Hulu, banjir juga sempat melanda Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kuantan Singingi. Sementara sejumlah daerah lainnya seperti Kampar dan Pelalawan juga menyatakan waspada dengan meningkatnya curah hujan di Riau serta banjir kiriman dari Provinsi Sumatera Barat.
BPBD Riau sebelumnya menyatakan sebanyak empat pemerintah daerah di wilayah itu telah menetapkan status tanggap darurat banjir karena kondisi banjir semakin meluas dan berdampak terhadap masyarakat. Keempatnya adalah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Indragiri Hulu, dan terakhir menyusul Kuantan Singingi.(anjas)

Leave a Reply