BPBD DIY: Kerugian Akibat Bencana Rp1 Miliar

     Yogyakarta, jurnalsumatra.com – Pelaksana tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Istimewa Yogyakarta Krido Suprayitno mengatakan kerugian materi akibat bencana di daerah itu mencapai Rp1 miliar dari 97 kejadian selama musim hujan.
“Jika dikalkulasi lebih dari Rp1 miliar,” kata Krido di Yogyakarta, Kamis.
Krido menjelaskan kerugian yang ditaksir mencapai lebih dari Rp1 miliar itu diakibatkan bencana yang terjadi di tiga kabupaten yakni Sleman, Bantul, dan Kulon Progo. Dari 97 bencana yang muncul, bangunan serta pohon tumbang akibat angin kencang paling mendominasi .
“Inilah perbedaan 2016 dan 2017, kalau 2016 bencana banyak disebabkan tanah longsor kalau tahun ini banyak dipicu angin kencang,” kata dia.
Menurut dia, peristiwa bencana paling dominan berlangsung di Kabupaten Sleman dengan 60 kejadian, Bantul 27 kejadain, dan Kulon Progo 10 kejadian. Berdasarkan laporan tim reaksi cepat (TRC) BPBD DIY dipastikan tidak ada korban jiwa hingga saat ini.
“Ada eskalasi curah hujan yang menyebabkan perubahan cuaca yang menimbulkan dampak seperti pohon tumbang karena angin kencang,” kata dia.
Sementara itu, kata dia, untuk mengantisipasi munculnya lahar dingin selama musim hujan, BPBD DIY telah menggelar simulasi serta telah menentukan zona aman untuk menghindari dampak bencana.
Kepala Bidang Operasional Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY Endro Sambodjo mengatakan pihaknya telah menggandeng para relawan dan komunitas masyarakat membangun sistem peringatan dini secara mandiri untuk menurunkan tingkat risiko bencana memasuki musim hujan.
Endro menyebutka saat ini yang terpantau memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi di DIY khususnya longsor ada di sejumlah kecamatan yakni Kecamatan Samigaluh, Kokap, Kalibawang, serta Girimulyo di Kulon Progo, Kecamatan Gedangsari, Gunung Kidul, Kecamatan Imogiri, Bantul, dan Kecamatan Prambanan, Sleman.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 + 12 =