BPBD Gunung Kidul Perbaiki Alat Peringatan Tsunami

    Gunung Kidul, jurnalsumatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan memperbaiki unit alat peringatan dini tsunami yang terpasang hampir di sebagian besar pantai setempat.
Manajer Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunung Kidul Marno di Gunung Kidul, Rabu, mengatakan, saat ini di daerahnya terdapat tujuh unit alat peringatan dini tsunami bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Ketujuh unit alat peringatan dini tsunami ini menjadi tanggung jawab kita yang diterima empat tahun lalu. Tujuh titik pantai yang dipasang yakni Ngrenehan, Kukup, Drini, Siung, Wediombo, Sepanjang dan Sundak,” katanya.
Dia mengatakan selain BNPB, alat peringatan dini tsunami bantuan dari pihak ketiga dipasang di Pantai Baron dan Karakal. Sementara Pantai Sadeng Bantuan dari BMKG.
“Dari tujuh alat yang terpasang saat ini yang berfungsi hanya di tiga lokasi, yakni di pantai Sepanjang, Drini dan Kukup,” katanya.

     Menurut dia, fungsi alat memperhatikan masyarakat yang ada di pesisir terkait potensi tsunami. Pusdalops menerima laporan dari BMKG jika ada potensi tsunami. Setelah menerima laporan, Tombol yang ada di Pusdalops ditekan maka seluruh kawasan pantai akan berbunyi.
“Masih manual jadi ada tiga tombol yang ditekan yakni uji coba, waspada, dan tsunami,” tuturnya.
Terkait pentingnya alat itu, pihaknya segera memperbaiki alat yang rusak. Perbaikan satu alat sekitar Rp6.250.000. Meski alat itu rusak, namun mitigasi bencana masyarakat pesisir Gunung Kidul sudah bagus.
“Nelayan dan masyarakat pesisir selama ini terus berkoordinasi dengan petugas SAR Satlinmas,” katanya.
Sekretaris SAR Satlinmas Korwil II Surisdiyanto mengatakan kerusakan alat peringatan dini tsunami karena ada salah satu alat yang rusak karena tersambar petir.
“Repeaternya tersambar petir, Kemungkinan akan segera diperbaiki tahun ini,” katanya menambahkan.(anjas)

Leave a Reply