BPBD Imbau Warga Dua Desa Waspadai Gempa

     Kupang, jurnalsumatra.com – Badan Penanggulanagan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata mengimbau pengungsi yang ingin kembali ke rumahnya tetap mewaspadai kembali terjadinya gempa susulan di dua desa yang menjadi pusat gempa di kabupaten itu.
“Sebenarnya sudah ada larangan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMB) Geologi yang meminta agar warga dua desa dan satu dusun yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan berat akibat gempa untuk tidak pulang lagi ke rumahnya karena daerah tersebut tidak layak untuk ditempati lagi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Lembata, Adris Solangdemo saat dihubungi dari Kupang, Jumat.
Ia menyebutkan dua desa yang dilarang untuk ditempati tersebut adalah desa Waimatan, desa Lamagute dan salah satu dusun di desa Lamahora Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata.
Adris menjelaskan bahwa dua warga di desa dan satu dusun itu sudah seharusnya direlokasi atau dipindahkan, ke kawasan lain karena memang sudah sangat berbahaya jika terjadi longsor.
“Kita takutkan nanti kalau sudah musim penghujan akan longsor dan banyak batu-batu besar di bukit tersebut,” tambahnya.

     Hingga saat ini lanjutnya sebagian pengungsi sudah kembali ke rumah mereka masing-masing, karena merasa sudah lama meninggalkan rumah mereka.
Dengan semakin banyaknya pengungsi yang pulang maka saat ini jumlah pengungsi di kamp pengungsian sudah berkurang menjadi 701 jiwa.
Sementara itu terkait bantuan, hingga saat ini pasokan bantuan untuk sejumlah korban gempa yang berada di pengungsian sudah tidak berdatangan lagi.
“Pasokan bantuan sudah tidak ada lagi sudah dari sepekan yang lalu. Kita berharap pengungsi yang mau pulang bisa mendata dirinya agar bisa diantar ke lokasi tempat tinggalnya,” tuturnya.
Sebelumnya pada awal bulan Oktiber terjadi gempa dengan kekuatan berkisar dari 4,5-4,9 SR di Lembata dengan jumlah gempa mencapai belasan kali.
Hal tersebut mengakibatkan sejumlah jalan tertutup oleh longsor bebatuan yang kemudian menutup sejumlah jalan di daerah itu.
Pemda setempatpun membangun posko dan membuat tenda darurat bagi kurang lebih 2000an pengungsi dari beberapa desa di Kabupaten Lembata yang gempanya berdampak.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × 5 =