BPBD Klungkung Larang Pengungsi Gunung Agung Pulang

     Klungkung, Bali, jurnalsumatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Klungkung, Bali, melarang para pengungsi Gunung Agung yang berada di sejumlah posko pengungsian yang ada di daerah itu, karena status awas gunung tertinggi di Pulau Dewata ini belum dicabut.
“Kami mengimbau masyarakat jangan dahulu kembali ke rumah, karena sewaktu-waktu bisa saja Gunung Agung terjadi erupsi,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Klungkung, Bali, I Putu Widiada saat ditemui di GOR Swecapura, Kabupaten Klungkung, Jumat.
Ia mengatakan, walau pun nantinya status Gunung Agung diturunkan, masyarakat tetap mengungsi ke tempat yang lebih aman atau menjauh dari zona KRB yakni radius di atas 12 kilometer.
Widiada mengatakan, meskipun terjadi penurunan aktivitas vulkanik Gunung Agung beberapa hari terakhir ini, namun berdasarkan informasi dari PVMBG menyatakan tremor non harmoni Gunung Agung masih terjadi.
“Pemerintah tetap meminta kepada pengungsi agar tetap bertahan di pengungsian. Kemaren kami sempat menyampaikan hal ini kepada koordinator pengungsi agar menyosialisasikan hal ini kepada pengungsi lainnya untuk tidak kembali ke rumah sampai situasi aktivitas Gunung Agung betul-betul aman,” katanya.

     Pihaknya tidak menginginkan saat pengungsi kembali ke rumahnya masing-masing akan terjadi sesuatu musibah akibat aktivitas Gunung Agung.
“Kami tidak ingin pengungsi terjadi hal ini dan meminta untuk bersabar di pengungsian, meskipun pada 1 November 2017 nanti umat Hindu di Bali menyambut Hari Raya Galungan,” ujarnya.
Ia menuturkan, saat dilakukan rapat koordinasi dengan koordinator pengungsi di GOR Swecapura, lanjut dia, para pengungsi mengucapkan terima kasih atas saran dan masukan dari BPBD Klungkung.
“Kalau pun ada pengungsi yang ingin pulang ke rumah, kami mohon jangan semua. Tapi saya tetap merekomendasikan agar mereka tidak kembali ke rumahnya,” ujarnya.
Dalam menyambut Hari Raya Galungan nanti, kata dia, ada surat edaran dari PHDI Bali bahwa khusus ditempat-tempat pengungsian akan dibuatkan tempat pemujaan Tuhan (Bale Surya) dan tempat pemujaan leluhur para pengungsi ini (Kemulan) seperti di rumahnya masing-masing.
Ia menerangkan, untuk total jumlah pengungsi Gunung Agung yang ada di Kabupaten Klungkung saat ini jumlahnya kurang lebih mencapai 17.500 orang yang tersebar diempat kecamatan di daerah ini.
“Dari total jumlah pengungsi di Kabupaten Klungkung ini, untuk sementara ini jumlah pengungsi yang ada di GOR Swecapura kurang lebih 1.500 orang,” ujar dia.
Berdasarkan data PVMBG pada hari ini (Jumat, 27/10) terhitung Pukul 00.00 Wita hingga 12.00 Wita tercatat jumlah aktivitas vulkani dangkal mencapai 50 kali, vulkanik dalam 50 kali, tremor non harmonik dua kali dengan durasi 85-165 detik dan tektonik jauh satu kali dengan durasi 65 detik.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 − four =