BPBD Kota Kupang Ingatkan Warga Waspadai Bencana

    Kupang, jurnalsumatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Kupang mengingatkan warga untuk waspada terhadap kemungkinan bencana yang akan timbul karena perubahan cuaca yang sudah mulai memasuki musim penghujan ini.
“Meskipun intensitasnya masih sedang dan belum konstan terjadi, namun curah hujan yang mulai ada ini bisa memicu bencana seperti banjir dan gelombang tinggi, jadi kami berharap ada kewaspadaan dari masyarakat,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang Ade Manafe di Kupang, Selasa.
Menurut dia, meskipun dalam prakiraan musim hujan baru akan memuncak di pertengahan Desember hingga akhir Desember, namun saat ini hujan sudah mulai mengguyur di beberapa tempat dengan cukup tinggi.
Hujan tersebut terkadang bisa berakibat banjir dan memicu angin kencang serta gelombang tinggi, yang tentunya akan bisa memantik bencana berupa banjir, puting beliung dan gelombang tinggi.
Karena itulah, warga yang bermukim di sepanjang bantaran kali dan sungai, di ketinggian dan di daerah perbukitan serta para nelayan dan warga sepadan pantai dan pesisir diminta untuk waspada bencana.

    “Namanya bencana datang tanpa kita prediksi. Kita hanya bisa mewaspadainya sehingga bisa mengurangi risiko bencana yang terjadi itu,” katanya.
Jika mengalami bencana, warga kata Ade diminta untuk segera menghubungi aparatur pemerintah setempat untuk selanjutnya menyampaikan ke posko siaga bencana yang dibentuk pemerintah demi penanggulangan segera.
Posko siaga bencana sebagai titik awal penanggulangan bagi korban bencana yang sewaktu-waktu terjadi dan melanda warga yang bermukim di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu.
Posko bencana yang sudah diaktifkan sejak 1 Oktober silam dan aktif 24 jam serta siap menanggulangi bencana yang dialami warga itu berada di kantor BPBD Kota Kupang.
“Biasanya di November hingga Maret akan mulai masuk musim penghujan dan tentu berdampak terjadinya banjir, longsor dan bahkan badai, oleh karena itu kita mulai aktifkan posko siaga bencana itu,” katanya.
Kendatipun pendirian posko itu rutin dilakukan saban tahun, namun BPBD sangat berharap kerja sama warga masyarakat memanfaatkan posko siaga bencana itu, untuk bisa meminimalisir korban dari dampak bencana yang dialami warga sewaktu-waktu itu.
Dengan kerja sama masyarakat dan aparat pemerintah di kelurahan, maka dipastikan akan mampu menekan jumlah korban dari dampak bencana yang terjadi.
“Kita akan langsung memberi respon segera untuk memastikan tidak terjadi korban jiwa, jika bencana yang dialami langsung disampaikan ke posko yang tersedia,” kata Ade.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

six + 9 =