BPBD Melatih Personel Tim Reaksi Cepat

    Sampit, Kalteng, jurnalsumatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menggelar pelatihan perdana untuk personel tim reaksi cepat agar memiliki kemampuan yang baik dalam menanggulangi bencana.
“Saya berharap pelatihan ini akan membuat personel kita makin cakap dan selalu siaga dalam menanggulangi bencana. Pelatihan ini juga untuk meningkatkan sinergitas dan kekompakan kita karena penanggulangan bencana melibatkan banyak pihak,” kata Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kotawaringin Timur, Halikinnor di Sampit, Senin.
Pelatihan Tim Reaksi Cepat penanggulangan bencana ini diikuti 32 peserta dari berbagai instansi seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Pemadam Kebakaran, Polres, Kodim 1015 Sampit, Badan SAR Nasional, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, KNPI, Karang Taruna dan lainnya.
Halikinnor yang juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, menilai pelatihan ini sangat penting karena kabupaten ini termasuk daerah rawan bencana. Berbagai bencana mengancam seperti banjir, kebakaran lahan dan permukiman, kabut asap, kekeringan, longsor, angin kencang dan abrasi.
Bencana yang terjadi tidak hanya dirasakan masyarakat di sekitar lokasi bencana, tetapi juga menimbulkan dampak luas. Seperti saat terjadi kabut asap akibat kebakaran lahan, dampaknya bisa dirasakan hingga ke kabupaten dan provinsi lain, bahkan bisa mencapai negara tetangga.

    Untuk itulah diperlukan kesiapan dalam mengantisipasi dan menanggulangi bencana. Kemampuam personel Tim Reaksi Cepat dan instansi terkait lainnya, akan sangat berpengaruh dalam penanggulangan bencana.
Dia mengapresiasi dan berterima kasih atas kesigapan, sinergitas dan kerja keras semua pihak dalam menanggulangi bencana yang ada di daerah ini. Meski sering dilanda bencana, namun penanggulangan yang dilakukan selama ini sudah cukup baik.
“BPBD Kotawaringin Timur termasuk yang terbaik di Kalimantan Tengah. Banyak bencana terjadi tapi kita dapat menanggulanginya dengan baik.
Terima kasih kepada instansi lainnya yang sudah bersinergi sehingga penanggulangan bencana bisa kita lakukan dengan baik. Sinergitas harus terus ditingkatkan,” kata Halikinnor.
Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Muhammad Yusuf menambahkan, pelatihan bagi tim reaksi cepat dilakukan di dalam dan luar ruangan. Peserta juga akan dibekali pelatihan praktik di lapangan untuk meningkatkan kemampuan personal dalam penanggulangan bencana.
“Kegiatan ini sangat dibutuhkan agar tim makin kompak dan mumpuni menanggulangi bencana. Kami berterima kasih karena sinergitas selama ini sudah bagus namun tentu harus kita tingkatkan,” kata Yusuf.
Saat ini BPBD Kotawaringin Timur terus meningkatkan kewaspadaan terhadap munculnya berbagai bencana. Saat ini, curah hujan meningkat sehingga semua pihak diminta mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana banjir.(anjas)

Leave a Reply