BPBD Monitoring Wilayah Rawan Bencana

     Cianjur, jurnalsumatra.com – Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Jawa Barat, masih  monitoring ke setiap wilayah rawan bencana setelah gempa 6,4 SR yang terasa cukup kencang  wilayah tersebut.
Sekretaris BPBD Cianjur, Sugeng Suprayitno di Cianjur, Selasa, mengatakan, gempa yang terjadi di Lebak-Banten tersebut, terasa cukup keras di sejumlah wilayah di Cianjur, sehingga menyebabkan kepanikan karena saat gempa terjadi aktifitas warga sedang berjalan.
“Gempa yang berlangsung selama beberapa puluh detik itu, terjadi di 7.2 Ls-105 BT atau 81 kilometer barat daya dari Lebak-Banten dengan kedalaman pusat gempa, 10 kilometer di bawah permukaan laut, BMKG menyatakan tidak berpotensi tsunami,” katanya.

     Dia menjelaskan, warga Cianjur sempat dibuat panik, sebagian besar keluar dari ruangan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Tidak hanya warga, pejabat pemerintahan yang tengah menggelar rapat di Kantor Bappeda Cianjur, melakukan hal yang sama.
“Kami saat itu, sedang rapat kordinasi di kantor Bapeda, langsung berhamburan keluar karena guncangan gempa cukup lama dan dua kali kami rasakan,” katanya.
Mendapati hal tersebut, petugas dari BPBD langsung melakukan monitoring ke setiap wilayah rawan bencana pergerakan tanah dan longsor karena dikhawatirkan, gempa memberikan dampak pada kawasan yang labil.
“Sedang diperiksa semua wilayah, melalui petugas dan relawan. Apakah ada dampak berupa pergerakan tanah dan longsoran atau tidak. Hingga saat ini, belum ada laporan terkait kerusakan akibat gempa yang terasa cukup kencang itu,” katanya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 2 =