BPBD NTT: Korban Meninggal Akibat Bencana Alam Bertambah

    Kupang, jurnalsumatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat jumlah korban meninggal akibat bencana alam di provinsi setempat bertambah sebanyak dua orang dari sebelumnya sebanyak 11 orang.
    “Korban yang meninggal akibat bencana alam di NTT bertambah lagi dua orang yaitu korban banjir di Nagekeo satu orang dan korban pohon tumbang di Ende satu orang,” kata Kepala BPBD Provinsi NTT Tini Tadeus kepada Antara di Kupang, Selasa.
    Ia mengatakan, hingga saat ini jumlah korban meninggal akibat bencana alam di NTT yang terjadi dalam kurun waktu Desember 2018 hingga Januari 2019 sebanyak 13 orang.
    Belasan korban meninggal itu di antaranya, tiga orang akibat bencana tanah longsor dan satu orang akibat banjir di Kabupaten Nagekeo.
    Tiga orang meninggal akibat tanah longsor di Kabupaten Sikka, tiga orang korban banjir di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
    Selain itu, satu korban banjir di Kota Kupang, satu korban meninggal akibat pohon tumbang di Kabupaten Ende, dan korban meninggal akibat tersambar petir di Kabupaten Manggarai sebanyak satu orang.
    “Kebanyakan korban yang meninggal ini memang didominasi oleh bencana banjir dan tanah longsor akibat hujan deras,” katanya.
    Atas kondisi ini, Tini meminta masyarakat setempat agar meningkatkan kewaspadaannya ketika terjadi hujan deras disertai angin kencang.
    Apalagi, kata dia,  Badan Metereologi Geofisika Klimatologi (BMKG) setempat juga telah memperkirakan puncak hujan deras masih berlangsung hingga akhir Januari 2019.
    Ia menyarankan agar masyarakat tidak memaksakan diri untuk tinggal di rumahny yang berada di sekitar daerah rawan bencana terutama banjir dan tanah longsor.
    “Selain itu juga untuk para pengemudi agar lebih berhati-hati. Ketika melintas sebaiknya berhenti sejenak kalau ada hujan deras dan angin kencang yang sewaktu-waktu bisa menimbulkan longsor dan pohon tumbang,” katanya.(anjas)

Leave a Reply