BPBD: Rumah Korban Longsor Bintoro Jember Direlokasi

     Jember, jurnalsumatra.com – Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Jember Heru Widagdo mengatakan rumah korban longsor di Kelurahan Bintoro, Kabupaten Jember, Jawa Timur harus direlokasi karena tempat itu sudah tidak memungkinkan untuk dijadikan tempat tinggal.
“Rumah milik korban Eryani tidak mungkin bisa ditempati lagi karena lokasinya berada di kemiringan yang cukup tajam, sehingga sangat berbahaya ketika ada rumah di sana,” katanya di Kantor BPBD Jember, Senin.
Tanah longsor yang menerjang lingkungan Mojan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang menyebabkan akses jalan tertimbun longsor dan satu rumah warga milik Eryani terdampak longsor hingga mengalami kerusakan berat pada Jumat (19/1) malam.
“Berdasarkan informasi warga, rumah korban sudah tiga kali diterjang longsor, namun yang bersangkutan tetap bersikeras untuk tinggal di sana bersama keluarganya, sehingga petugas terus melakukan pendekatan persuasif, agar korban mau direlokasi,” tuturnya.
Menurutnya lahan yang ditempati korban sangat rawan longsor karena kemiringan tanahnya hampir 90 derajat atau tegak lurus, sehingga hujan deras yang mengguyur kawasan setempat akan menyebabkan longsor susulan.

     “Satu-satunya jalan untuk mencegah terjadinya korban jiwa, maka rumah korban harus direlokasi karena sangat berbahaya di sana dan saat ini korban dievakuasi ke rumah sanak saudaranya yang aman,” katanya.
Sementara Kasi Pelayanan Umum Kelurahan Bintoro Bambang Joko Kusumo mengatakan sedikitnya ada 25 titik rawan longsor di lingkungan Mojan dan lahan tersebut ditempati oleh 25 kepala keluarga.
“Kami terus mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dengan ancaman tanah longsor karena kemiringan lahan rumah warga cukup tajam, namun untuk rumah korban longsor Bu Eryani harus direlokasi,” ujarnya.
Sejauh ini, lanjut dia, warga bergotong royong membersihkan tanah longsor ketika terjadi bencana longsor yang menerjang di kawasan lingkungan Mojan, Kelurahan Bintoro tersebut.
Berdasarkan data BPBD Jember tercatat daerah rawan tanah longsor tersebar di 11 kecamatan yakni Kecamatan Jelbuk, Arjasa, Sumberjambe, Silo, Mayang, Ledokombo, Patrang, Mumbulsari, Sumberbaru, Puger, dan Panti.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen − one =