BPBD: Sejumlah Jalan Di Pontianak Tergenang

   Pontianak, jurnalsumatra.com – BPBD Kota Pontianak menyatakan sejumlah jalan-jalan protokol di kota itu tergenang dengan ketinggian bervariasi akibat diguyur hujan lebat dari Kamis (11/1) malam hingga Jumat.
“Dari patroli kami tadi pagi, sejumlah jalan protokol dan jalan-jalan yang berada di sekitar parit banyak yang tergenang dengan ketinggian mulai dari lima centimeter hingga 15 centimeter,” kata Kepala BPBD Kota Pontianak Aswin Taufik di Pontianak, Jumat.
Data BPBD Kota Pontianak mencatat sejumlah jalan yang tergenang dengan ketinggian bervariasi tersebut di antaranya Jalan Gusti Situt Mahmud, Ahamad Yani, Veteran, Gajah Mada, Agus salim, Gusti Situt Lelanang, KHA Dahlan, Alianyang, Pangeran Natakusuma, Putri Candramidi, Sumatera, M Sohor, Purnama dan Jalan Sutoyo.
“Dari pantauan kami, secara umum jalan-jalan tersebut digenangi air dengan ketinggian bervariasi antara 5-15 centimeter, terutama di daerah cekungan dan sekitar parit,” ungkapnya.
Meskipun begitu, menurut dia, kendaraan bermotor yang melewati ruang jalan itu, tetap ramai dan lancar.
Ia mengimbau kepada warga pengguna jalan untuk tetap waspada dan berhati-hati saat berkendara.

    “Secara umum sejak malam sampai sore ini, kawasan Kota Pontianak dan sekitarnya diguyur hujan dengan intensitas sedang sampai lebat, yang diperkirakan akan terus berlanjut,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Stasiun Klimatologi BMKG Mempawah, Kalbar, Wandayantolis, mengatakan hujan lebat yang melanda sebagian besar wilayah Provinsi Kalbar dalam dua hari ini merupakan dampak dari siklon tropis “TC Joyce Australia”.
“Kondisi ini karena akibat siklon tropis di Australia bernama TC Joyce yang mengakibatkan daerah pertemuan angin yang memanjang dari Sumatera, Kalbar hingga Laut Jawa,” katanya.
Wilayah dengan hujan lebat dua hari terakhir ini di antaranya di Kabupaten Sambas, Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang, Landak, Mempawah, Kubu Raya, Kayong Utara dan Kapuas Hulu.
Kejadian hujan sangat tinggi yaitu 212 milimeter terjadi di wilayah sekitar Stasiun Meteorologi Paloh Kabupaten Sambas pada tanggal 11 Januari 2018, katanya.
Pada lokasi yang sama, sehari sebelumnya juga terjadi hujan lebat 59 milimeter sehingga jika diakumulasikan curah hujan di Paloh dua hari terakhir ini berkisar 271 milimeter atau cukup besar untuk memicu terjadinya banjir.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 + nine =