BPBD Sulteng Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem

Palu , jurnalsumatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengimbau warga di sejumlah daerah rawan bencana alam banjir dan tanah longsor di provinsi itu untuk tetap mewaspadai fenomena alam cuaca akstrem yang mulai terjadi di beberapa daerah di Tanah Air, termasuk banjir lumpur di Kabupaten Sigi.

  “Kami ingatkan warga, terutama yang selama ini sering dilanda banjir atau dekat dengan aliran sungai untuk lebih hati-hati karena sewaktu-waktu bisa terjadi bencana alam,” kata Kepala BPBD Sulteng, Bartholomeus Tandigala di Palu, Senin.

  Ia menambahkan berdasarkan laporan dari Badan Meteorlogi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Sulawesi mulai memasuki musim hujan.

  Di beberapa wilayah di Sulteng, sebutnya curah hujan meningkat dan perlu diwaspadai oleh masyarakat.

  Apalagi, tambahnya masyarakat yang bermukim di dekat aliran sungai perlu tetap siaga.

  Seperti yang terjadi di sejumlah desa di Kabupaten Sigi dilanda banjir lumpur. Banjir lumpur terjadi pada Sabtu (27/4) di Desa Omu, Kecamatan Gumbasa, Desa Balongga dan Bangga di Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi.

  Namun hingga kini belum ada laporan resmi dari BPBD Kabupaten Sigi soal dampak dari banjir lumpur yang menerjang sejumlah desa di daerah berbatasan langsung dengan Palu, Ibu Kota Provinsi Sulteng itu.

  Bartholomeus mengatakan jalur yang sempat terputus akibat banjir sudah dapat diatasi sehingga arus lalulintas kendaraan kembali normal. Sejak tadi malam pukul 22.30WIB, jalan di wilayah Balongga dan Bangga sudah bisa dilewati kendaraan sehingga penyaluran bantuan logistik bahan makanan kepada korban bisa dilakukan secepatnya.

  Sigi merupakan salah satu daerah di Sulteng yang tergolong rawan dilanda bencana alam, termasuk gempa bumi.

  Gempa 7,4 SR pernah mengguncang kabupaten itu pada 28 September 2018 yang mengakibatkan banyak bangunan rumah,sarana pendidikan, kesehatan, sarana ibadah, lahan pertanian, lahan perkebunan, irigasi, jalan dan jembatan rusak akibat gempa bumi.

  Juga menelan banyak korban jiwa meninggal dunia.Selain rawan gempa bumi, juga bencana alam banjir dan tanah longsor,sebab terdapat banyak sungai dan kondisi tanah labih dan mudah longsor saat curah hujan tinggi.

  Karenanya, Bartholomeus kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, sebab jika hujan deras di hulu sungai, bisa terjadi banjir kiriman.

  Bukan hanya masyarakat Sigi, tetapi seluruh wilayah yang selama ini rawan banjir dan longsor agar tetap waspada.(anjas)