BPIP Dan DPR RI Gelar Sosialisai Pancasila

Tangerang, jurnalsumatra.com – Pancasila, sebagai dasar Negara, merupakan pijakan paling utama dalam semua aspek kehidupan bermasyarakat, terjaganya persatuan bangsa Indonesia hanya bisa terwujud selama Pancasila masih menjadi landasannya. 
Hal itu disampaikan Direktur Sosialisasi Komunikasi dan Jaringan, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Aris Heru Utomo yang bertindak sebagai narasumber dalam acara Sosialisasi Menggali Mutiara Pancasila dan Semangat Gotong Royong yang diadakan BPIP dan Komisi II DPR-RI di Serpong, Tangerang, Jumat.

Aris Heru Utomo mengatakan Pancasila menjadi kesadaran filsafat hukum dan sumber kesadaran berbangsa dan bernegara, Pancasila itu ideologi yang mempersatukan.

Acara sosialisasi diikuti sekitar 200 orang peserta yang berasal dari perwakilan tokoh-tokoh agama dan masyarakat, pengurus gerakan mahasiswa, wakil kelompok kemasyarakatan dan relawan di Tangerang dengan antusias mengikuti kegiatan sosialisasi tampak dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada narasumber.

Di tengah era keterbukaan informasi seperti saat ini, bahaya radikalisme dan perpecahan terus mengintai generasi muda Indonesia. Minimnya pemahaman terhadap Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, membuat generasi muda rentan dipecah belah, demikian Aris Heru Utomo.

Untuk menjawab permasalahan tersebut, BPIP mendorong penerapan delapan butir siasat kebudayaan yang disampaikan Karlina Supelli dari STF Driyakarya pada pidato kebudayaan di Dewan Kesenian Jakarta pada 10 November 2017.

Ke delapan butir siasat tersebut adalah membangkitkan kembali kebiasaan berpikir serius, membangun ekonomi kerakyatan, berani mengakui kesalahan dan berkata benar, berpolitik karena tanggung jawab dan komitmen, melatih hasrat belanja karena keperluan, menilai bahwa korupsi, plagiarism dan menyontek merupakan tindak kriminal, mengembalikan profesi sebagai janji publik dan melatih bertindak karena komitmen.

Senada dengan bunyi delapan butir siasat kebudayaan, narasumber dari Komisi II DPR-RI Irjenpol (Purn) Eddy menyambut baik kerja sama antara BPIP dan DPR-RI dalam melakukan sosialisasi mutiara Pancasila dan semangat gotong royong di berbagai daerah. Hal ini mengingat bahwa sejak reformasi tahun 1998-2018 (20 tahun) tidak ada lagi kegiatan pelembagaan Pancasila, ujarnya.

Akibatnya terjadi pelemahan institusionalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kelembagaan sosial politik, ekonomi dan budaya yang pada akhirnya menjadikan suatu kendala tersendiri.

Kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan di Serpong, Tangerang, ini merupakan kegiatan bersama BPIP dan DPR-RI dalam upaya mendorong peningkatan pemahaman dan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Turunnya dukungan masyarakat atas Pancasila, menuntut pemerintah harus makin gencar mensosialisasikan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat secara terencana dan menyeluruh. BPIP dan pihak-pihak terkait mesti medorong pelibatan masyarakat dan kegiatan dari masyarakat untuk masyarakat (bottom up).

Untuk itu, selain di Serpong, pada bulan Maret dan April 2019 ini juga dilakukan kegiatan serupa di berbagai titik lokasi seperti Bekasi, Labuhan Batu, Batam, Ambon, Banjarmasin, Pamekasan, Bangka, Lampung dan sejumlah daerah lainnya.(anjas)