BPJS Kesehatan Gandeng Baznas Bantu Peserta JKN-KIS

     Jepara, jurnalsumatra.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang Kudus, Jawa Tengah, menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Jepara untuk membantu membiayai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang tidak mampu membayar iuran.
“Dengan kerja sama ini, maka Baznas Jepara bisa memungut dari perusahaan di Kabupaten Jepara melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (Coorporate Social Responsibility/CSR),” kata Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Kudus Dody Pamungkas di Jepara, Kamis.
Nantinya, kata dia, dana dari perusahaan tersebut akan digunakan untuk membantu peserta JKN-KIS yang kemampuan membayar iurannya tergolong rendah dan tidak dapat di tanggung oleh pemerintah setempat.
Peserta JKN-KIS yang menjadi sasaran, nantinya merupakan peserta kelas tiga mandiri.
Untuk Kabupaten Jepara tercatat jumlah penunggak iuran BPJS Kesehatan mencapai 33.419 orang.
Adapun alokasi peserta JKN-KIS yang membutuhkan bantuan di Kabupaten Jepara untuk sementara berjumlah 1.900 peserta, sedangkan 700 peserta di antaranya sudah terverifikasi oleh Dinas Sosial setempat bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten setempat.
“Peserta JKN-KIS kelas tiga yang nantinya akan mendapatkan bantuan pembayaran iuran dari Baznas tentunya sudah terverifikasi,” ujarnya.

     Selanjutnya, ratusan peserta JKN-KIS mandiri yang mendapatkan bantuan pembayaran iuran tersebut, selanjutnya akan dimasukkan ke dalam peserta JKN-KIS penerima bantuan iuran (PBI) yang anggarannya ditanggung oleh Pemkab Jepara lewat APBD.
Wakil Ketua II Baznas Kabupaten Jepara Masun Duri menyambut positif adanya jalinan kerja sama ini, karena di tingkat nasional ada satu item kepedulian JKN-KIS.
Sementara untuk wilayah Jateng dimungkinkan baru diawali di Kabupaten Jepara.
“Jika peran Baznas di masyarakat disandingkan dengan BPJS Kesehatan, tentunya bisa mengurangi beban warga miskin,” ujarnya.
Biasanya, kata dia, orang miskin tidak produktif dan kesehatannya juga mudah terganggu.
Ia berharap masyarakat yang sebelumnya seperti itu, akan menjadi orang yang produktif dan tidak konsumtif serta berdaya.
“Mudah-mudahan bisa menyelesaikan permasalahan di masyarakat karena orang miskin biasanya sangat berat mencari kesempatan kerja,” ujarnya.
Agar dana dari perusahaan bisa digunakan untuk kegiatan secara fleksibel, maka masuknya sebagai dana sedekah.
Upaya BPJS Kesehatan menggandeng Baznas serta perusahaan, juga diikuti dengan jalinan kerja sama dengan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jepara karena dana CSR dari perusahaan yang diberikan kepada Baznas diharapkan bisa mengurangi kewajiban pajak perusahaan.(anjas)

Leave a Reply