BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang Bagikan 800 Paket Sembako Murah

Serang, jurnalsumatra.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Serang membagikan sebanyak 800 paket murah kepada masyarakat sekitar dan karyawan Satpol PP, BPBD dan dinas perhubungan setempat, Rabu (15/5).

  Pembagian sembako yang dikemas dalam kegiatan pasar murah bersama BPJS Ketenagakerjaan itu, disebarkan sebanyak 800 kupon. Tiap kupon seharga Rp75.000 mendapatkan beras 5 kg, minyak goreng 2 liter, terigu 1 kg, gula pasir 2 kg, teh celup 1 kotak, dan susu kental satu kaleng. Kalau beli di pasar bisa mencapai harga Rp150.000 per paket.

  Kepala BPJS Ketenagakerjan Cabang Serang Muallif saat membuka pasar murah tersebut di Serang, Banten, Rabu (15/5), mengatakan penyelenggaraan kegiatan semacam itu tidak lain bertujuan selain memberikan keringanan kepada masyarakat yang kurang mampu yang sedang menjalankan ibadah Puasa di Bulan Ramadhan, juga agar masyarakat lebih mengenal BPJS Ketenagakerjaan.

  Ia mengatakan dengan pemberian sembako murah itu diharapkan warga yang menerimanya mendapatkan keringanan membeli harga kebutuhan pokok yang saat ini harganya mulai melonjak, sehingga kebiasaan warga menghadapi lebaran membuat kue-kue dapat terlaksana.

  “Kami tentu inginnya warga bisa lebih mengenal apa itu BPJS Ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja. Biar tidak salah, karena ada dua BPJS, yang satu lagi BPJS Kesehatan,” kata Muallif.

  Ia berharap penerima sembako yang mayoritas pekerja aktif, dengan mengenalnya BPJS Ketenagakerjaan tergerak hatinya untuk menjadi peserta.

  Sebanyak 800 paket sembako itu, 300 paket diperuntukkan bagi karyawa Satpol PP dan dinas perhubungan yang masih honor, 30 paket untuk anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan sisanya bagi masyarakat sekitar yang memiliki usaha mikro.

  Menyinggung tentang jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Cabang serang, Muallif mengatakan untuk triwulan I 2019 belum mencapai target yang ditetapkan, masih kurang 17 persen lagi yang diharapkan dapat tertutupi pada triwulan II.

  Ia mengaku untuk menjaring kepesertaan, khususnya usaha mikro dan kecilmenghadapi masalah klasik, yaitu ketidaktahuan mereka terhadap program BPJS, sehingga membutuhkan waktu untuk memberikan pengertian kepada mereka.

  “Secara potensi, usaha mikro dan kecil ini lumayan besar bila mampu menggaetnya, tetapi sekali lagi tidaklah mudah untuk memberikan pemahaman kepada mereka. Butuh beberapa kali sosialisasi agar mereka tergerak mau menjadi peserta,” katanya.

  “Perlu perhatian khusus, dan strategi khusus. Perusahaan mulai membenahi kiat-kiat sehingga mencapai sasaran yang diinginkan,” kata Muallif.(anjas)