BPMPD Sultra: Membangun 2.000 KM Jalan Desa

    Kendari, jurnalsumatra.com – Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebutkan selama tiga tahun terakhir serapan alokasi dana desa yang terserap khususn untuk sarana infrastruktur telah membangun 2.000 kilometer jalan desa yang tersebar di 1.911 desa di provinsi ini.
Kepala BPMPD Sultra, Tasman Taewa di Kendari, Jumat, mengatakan dari panjang jalan yang dibangun  menggunakan dana desa itu meliputi sepanjang 762 kilometer pada 2015, kemudian bertambah hingga 1.729 kilometer di tahun 2016 dan hingga 2.000   kilomtere  hingga tahun 2017.
“Untuk program pembangunan jalan desa yang menggunanan dana APBN di 2018, masih dalam proses namun jumlah maupun volumenya tentu akan bertambah lagi,” tambah Taswan yang didampingi Satker Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, BPMPD Sultra, Muhammad Sofyan.
Menurutnya pemanfaatan dana desa (DD) yang dianggarkan langsung pemerintah pusat maupun melalui alokasi dana desa (ADD) itu telah banyak dirasakan masyarakat terutama untuk kegiatan sarana dan prasarana yang menjadi titik utama masyarakat di daerah itu.
“Yang pasti bahwa manfaat dana desa itu telah dinikmaati masyarakat, yang terbukti telah menghasilkan sarana/prasaran dasar publik yang bermanfaat bagi masyarakat desa,” ujarnya.

    Ia mengemukakan serapan dana desa yang setiap tahun mencapai ratusan miliar itu, tidak hanya terfokus pada pembangunan sarana jalan tetapi ada 14 item kegiatan secara keseluruhan yang meliputi, pembangunan jembatan, drainase, jalan desa, pasar desa, sumur, air bersih, polindes, posyandu, irigasi, penahan tanah, MCK dan tambatan perahu.
Tasman Taewa menyebutkan rekapitulasi IDM Provinsi Sultra, terkait jumlah desa secara ril dilapangan berjumlah 1.911 desa. Sementara data versi Kementerian Keuangan RI jumlah desa di Sultra sebanyak 1.917 desa.
Adapun lima kriteria desa sesuai versi Kementerian desa yakni ada lima status yakni kategori desa sangat tertinggal sebanyak 182 desa, desa tertinggal 1.368 desa, desa berkembang 358 desa, desa maju 3 desa dan desa mandiri belum ada.
Alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD) yang sudah terserap, Satker Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakt Desa, BPMPD Muhammad Sofyan mengatakan, untuk setiap desa alokasinya mencapai Rp1,4 miliar yang bersumber dari APBN sekitar Rp800 juta dan sisanya dari APBD.
Terkait program DD dan ADD tahun 2018 di Sultra seluruhnya mencapai Rp1,414 triliun lebih dan pada tahun 2019 naik hingga mencapai Rp1,613 triliun.(anjas)

Leave a Reply