BPPT Lakukan Rekayasa Teknologi Perpanjang Umur Mangga

     Surabaya, jurnalsumatra.com – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi melakukan rekayasa teknologi umur buah mangga dengan teknik “coating” pascapanen, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dari buah tersebut.
“Teknologi ini berhasil kami terapkan, sehingga bisa tahan dan aman dikonsumsi hingga empat minggu,” kata Kepala BPPT Unggul Priyanto dalam keterangan persnya di Surabaya, usai acara panen mangga di Situbondo, Jawa Timur, Selasa.
Unggul mengatakan, produksi mangga Indonesia saat ini sudah menduduki nomor empat dunia setelah India, China dan Thailand dengan produksi mencapai 2,4 juta ton, setara dengan 5 persen dari produksi dunia.
Unggul mengatakan, teknologi ini berpotensi untuk mengembangkan produksi mangga Indonesia, sehingga akan meningkatkan jumlah produksi dengan teknologi pascapanen yang mumpuni.
“Kami melakukan rekayasa teknologi coating buah untuk memperpanjang masa kesegaran buah. Tujuannya, apabila permintaan ekspor meningkat, petani tetap bisa memenuhinya, walau belum waktunya musim mangga,” tuturnya.
Teknologi ini, kata dia, juga untuk menyiasati kendala dalam ekspor yakni kontinuitas produksi.
“Rekayasa teknologi coating buah mangga ini hadir sebagai solusi, dalam rangka menjaga kontinuitas ekspor mangga Indonesia, ke negara lain,” tuturnya.
Unggul berharap dengan teknologi coating dapat menjaga kesegaran buah lainnya, yang juga berpotensi sebagai produk ekspor Indonesia.
“Potensi penerapan teknologi coating ini masih sangat besar, asal ada komitmen untuk diaplikasikan secara massal pada buah lainnya, yang menjadi komoditi ekspor, maupun konsumsi lokal. Butuh kerja sama dan sinergi semua pihak,” ujarnya.

     Direktur PT Trigatra Rajasa, Sudarsono yang menjadi mitra BPPT mengaku bangga dengan penerapan teknologi ini, sebab dapat mendukung peningkatan kinerja perusahaan.
“Dengan teknik coating ini kami berupaya untuk dapat mengendalikan jatuhnya harga mangga di saat masa puncak, serta membantu mengatasi kendala teknologi dalam rangka memperluas pasar mangga baik di dalam maupun luar negeri,” ucapnya.
Deputi Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi BPPT, Eniya L Dewi menjelaskan, buah mangga termasuk golongan buah klimaterik yang memiliki masa kesegaran buah yang pendek setelah dipanen.
Sehingga, kata dia, penanganan pascapanen yang baik dapat memperpanjang daya simpan dan mutu buah segar dalam waktu yang cukup lama.
Untuk itu, BPPT bekerja sama dengan PT Trigatra Rajasa menerapkan teknologi pascapanen guna memperpanjang masa kesegaran, masa pengiriman dan masa edar buah mangga.
Diklaim Eniya, teknologi coating ini mampu membuat mangga tetap segar dan dapat dikonsumsi hingga empat minggu.
BPPT, kata dia, juga telah melakukan verifikasi lapangan hasil uji di laboratorium, meliputi pengaruh perlakuan pre-cooling, desinfestasi, penyimpanan dingin, dan coating terhadap penampakan fisik (penampakan, kekerasan, susut bobot) dan fisiologi (laju respirasi dan transpirasi, tingkat kemanisan).
“Hasilnya, kesegaran buah mangga dapat bertahan hingga 4 minggu, dibandingkan dengan kontrol (tanpa perlakuan) yang hanya bertahan 7 hari,” paparnya.(anjas)

Leave a Reply