BPTP Fasilitasi Suo-Suo Tebo Jadi Pusat Penangkaran Benih Kedelai

Jambi, jurnalsumatra.com – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi melakukan fasilitasi dan pendampingan kepada petani Desa Suo Suo Kecamatan Sumay Kabupaten Tebo untuk menjadi pusat pertumbuhan baru penangkaran benih kedelai di Provinsi Jambi.

  “Desa Suo-Suo menjadi sentra produk benih kedelai tidak berlebihan karena daerah ini memiliki keunggulan komparatif. Potensinya menjadi sentra benih sangat besar karena didukung lahannya,” kata Peneliti BPTP Puslitbangtan Jambi Adri ketika dihubungi di Jambi, Senin.

  Adri menyebutkan, kawasan pertanian di Suo-Suo Kecamatan Sumay tersebut memiliki potensi sumber daya lahan yang cukup luas untuk ditanami kedelai lebih kurang 1.200 hektare untuk lima tahun mendatang.

  Selain itu sumber daya manusia atau petani yang berambisi untuk mengusahakan kedelai dan topografi lahan yang cukup menguntungkan yaitu lahan bergelombang yang jauh dari kebanjiran serta dapat dilakukan penanaman dua hingga tiga kali per tahun.

  UPBS kedelai melakukan perbanyakan benih kedelai di desa ini seluas 31 ha dengan varietas Anjasmoro label putih.

  Namun untuk merealisasikan daerah itu menjadi sentra benih itu diperlukan kerja sama dari berbagai lembaga, kantor dan balai yang berkompeten mulai tingkat pusat, provinsi dan kabupaten.

  Perbanyakan benih kedelai UPBS BPTP Jambi saat ini dilaksanakan oleh kelompok tani Sukajaya, yang diketuai oleh Senan. Petani Desa Suo-Suo mulai berusaha tani kedelai pada tahun 2015 atau baru empat tahun, saat itu usaha tani hanya sebatas kedelai konsumsi.

  Pada tahun 2018 mulai dipercaya menjadi kelompok penangkar benih kedelai. Sebagai penangkar benih kedelai yang baru mulai belum memperoleh hasil baik kuantitas maupun kulitas benih seperti yang diharapkan.

  Untuk itu UPBS kedelai BPTP Jambi melaksanakan penangkaran benih kedelai di sini, sekaligus melakukan pembinaan teknis budidaya dan rekayasa kelompok tani penangkar sehingga diharapkan daerah ini bisa menjadi daerah baru sentra produksi benih kedelai untuk Provinsi Jambi maupun provinsi tetangga.

  “Memang merubah perilaku, sikap, dan keterampilan petani tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Namun, dengan pembinaan dan pendampingan yang terus menerus akan membuahkan hasil,” katanya.

  Harga kedelai di tingkat petani Suo-Suo cukup menjanjikan yaitu Rp 6.000 hingga Rp 6.500 per kilogram kedelai konsumsi dan harga benih kedelai berkisar Rp 10.000 hingga Rp 12.500 per kilogram.

  Selain pertanaman benih yang berasal dari BPTP Jambi, juga terdapat pertanaman benih kedelai program P3BK seluas 300 ha dan pada September 2019 akan dilakukan penanaman tumpangsari kedelai – jagung seluas 250 ha.

  Ada beberapa kendala yang harus dibenahi untuk menjadikan Desa Suo-Suo khususnya dan Kecamatan Sumay umumnya sebagai daerah sentra produksi benih kedelai yaitu peralatan panen dan pasca panen perlu dilengkapi, ketepatan dan kecukupan saprodi, serta perawatan tanaman dan perlunya pelatihan petani penangkar benih.

  Selama ini, daerah sentra produksi benih kedelai di Provinsi Jambi terdapat di Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Timur. di Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo dan Tebo Ilir.

  Ketiga daerah ini merupakan binaan BPTP Jambi dalam memproduksi benih kedelai sebelumnya dan sampai sekarang. Akan tetapi daerah-daerah tersebut terlihat sudah mengalami penurunan luas tanam dan produksi benihnya.

  Hal ini disebabkan lahan yang sudah beralih fungsi untuk pertanaman kelapa sawit dan atau lahan kelapa sawit yang ditanami kedelai sebagai tumpeng sari tidak memungkinkan lagi untuk ditanami kedelai karena kelapa sawit telah menghasilkan.(anjas)