BRG Bangun 7.857 Unit Infrastruktur Pembasahan

      Selat Panjang, Riau, jurnalsumatra.com – Badan Restorasi Gambut telah membangun 7857 unit infrastruktur pembasahan plus paket revitalisasi ekonomi masyarakat di 100 desa sekitar lahan gambut selama 2017.
“Untuk 2018 paket revitalisasi ekonomi masyarakat ini kita naikkan jumlahnya, targetnya di 160 desa, plus pembangunan infrastruktur pembasahan masih didiskusikan dengan enam Tim Restorasi Gambut Daerah,” kata Kepala BRG Nazir Foead di Selat Panjang, Riau, Kamis.
Namun demikian, ia mengatakan pelaksanaan restorasi gambut pada 2018 lebih banyak dilakukan provinsi mengingat sudah terbentuk Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) di tujuh provinsi prioritas restorasi gambut, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua.
Dengan cara itu, ia optimistis efiensi dan efektivitas pelaksanaan restorasi akan makin baik, mengingat koordinasi akan lebih cepat jika dilakukan ke provinsi.
Meski demikian, BRG selalu siap melakukan koordinasi ke tingkat tapak, termasuk melakukan supervisi.
BRG dalam menjalankan tugas dan fungsinya menggunakan pendekatan rewetting (pembasahan), revegetasi, revitalisasi (3R). Pembasahan kembali gambut yang mengering akibat turunnya muka air gambut dilakukan dengan pembuatan sekat kanal, penimbunan kanal yang terbuka, dan pembangunan sumur bor.

      Sekat kanal bertujuan menaikkan daya simpan (retensi) air pada badan kanal dan sekitarnya serta mencegah penurunan permukaan air di lahan gambut sehingga lahan gambut di sekitarnya tetap basah dan sulit terbakar.
Penimbunan kanal untuk meningkatkan sedimentasi dan pendangkalan badan kanal dengan tujuan agar daya kuras airnya dapat dikurangi dan muka air di badan kanal dapat dipertahankan.
Sumur bor  untuk mengatasi kelangkaan sumber air permukaan yang umumnya terjadi pada musim kemarau.
“Diperlukan waktu sangat lama untuk menaikkan tinggi muka air. Karena itu, lahan-lahan gambut yang sudah mendapat pembasahan perlu terus dijaga. Jika tidak maka potensi kebakaran dapat saja terjadi,” kata Nazir.
Pendekatan revegetasi, yakni upaya pemulihan tutupan lahan pada ekosistem gambut melalui penanaman jenis tanaman asli pada fungsi lindung atau dengan jenis tanaman lain yang adaptif terhadap lahan basah dan memiliki nilai ekonomi pada fungsi budi daya.
“Tanaman ini juga berfungsi sebagai tajuk pelindung gambut untuk meminimalkan penurunan muka air saat kemarau,” katanya.
Program revitalisasi sumber-sumber mata pencaharian masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di dalam dan sekitar areal restorasi gambut melalui budi daya yang cocok di lahan gambut.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 3 =