BRG Libatkan Tokoh Agama Dalam Restorasi Gambut

Siak, jurnalsumatra.com – Badan Restorasi Gambut (BRG) melibatkan tokoh agama untuk ikut mengedukasi masyarakat dalam mengkampanyekan upaya restorasi gambut di tiga wilayah Sumatera.
“Untuk wilayah Sumatera yakni Provinsi Riau, Jambi dan Sumatera Selatan, BRG melibatkan Dai (tokoh agama) karena dianggap memegang peranan strategis di tengah masyarakat,” ujar Pokja bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi, dan Kemitraan BRG RI, Suwingnya Utama di Siak, Kamis.
Kegiatan edukasi tokoh agama ini berlangsung selama tiga hari, 3-5 Oktober 3018 di Kabupaten Siak, Riau.
Di pilihnya Riau khususnya Kabupaten Siak tempat penyelengaraan, karena Riau memiliki lahan gambut yang rentan terhadap kerusakan dan kebakaran lahan gambut.
“Riau memiliki lahan gambut terluas di pulau Sumatera, yaitu 5,09 juta hektare atau 56,42 persen dari luas total lahan gambut di Sumatera, oleh sebab itu Riau masuk dalam program BRG dalam restorasi gambutnya,” ucapnya.
Dia katakan, untuk Provinsi Riau, tahun 2018 ini BRG akan merasa gambut seluas 814 ribu hektar, sedangkan khusus Kabupaten Siak ada seluas 2.000 hektar.

“Restorasi gambut ini tidak bisa dilaksanakan oleh pihak BRG sendiri, dalam merestorasi gambut diperlukan keterlibatan masyarakat daerah itu secara aktif,” ungkap dia.
Bupati Siak Syamsuar menyebutkan, peran para ustad atau ulama sangat diharapkan dalam memulihkan kembali lahan gambut yang sudah rusak akibat kebakaran. Mereka dapat menjelaskan kepada masyarakat akan dampak kebakaran hutan dan lahan gambut bagi lingkungan dan maklumat hidup.
“Saya mengapresiasi kegiatan yang telah BRG buat, para da’i ini diberi bekal, edukasi, guna memperkaya ilmu dan meningkatkan kapasitas para da’i. Sehinga mereka dapat menjelaskan kepada masyarakat, bahaya dari kebakaran lahan gambut,” ungkap Syamsuar.
Katanya, para ulama harus mampu berperan ganda, selain menyampaikan risalah, wahyu dan hadist rasulullah,  juga membantu uli ambri dalam menjaga lingkungan dari kerusakan dan menjadi pelopor dalam restorasi gambut.
Di Kabupaten Siak dari 14 kecamatan, sembilan kecamatan diantara terdapat lahan gambut. Namun sejak 2014 kebakaran hutan dan lahan mulai berkurang, jumlah titik api di temukan sedikit. Artinya kesadaran masyarakat sudah mulai tumbuh.
“Pengelolaan lahan gambut ini tidak hanya tangung jawab BRG semata, namun seluruh stakeholder bertanggungjawab agar kita punya visi yang sama, menyelamatkan lingkungan dari kerusakan,” jelasnya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 2 =