Budaya Tujah, Bukan Budaya Lahat

Lahat, jurnalsumatra.com – Bertempat di Gedung Juang Kodim 0405 Lahat telah dilaksanakan acara fokus group discussio (FGD) pada Kamis (20/02/2020) sekitar pukul 09.07 WIB, dengan tema Tujah apakah Budayah.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Sekda Lahat Januarsyah Hambali SH MH, Dandim 0405/Lahat Letkol Kav. Sungudi SH MSi, Kapolres Lahat AKBP Irwansyah SIK MH LCA, Ketua Pengadilan Negeri Lahat Yoga Dwi Ariastomo Nugroho SH MH, Kasi Intel Kajari Imanuel Bani Ginting SH, Ketua MUI Lahat KH Zulkiah Alkohar, Ketua FKUB Khairuddin, Seluruh staf ahli seluruh staf khusus, Asisten Pemkab Lahat, Danramil Kodim 0405/Lahat, Kapolsek Polres Lahat, Dinsos Drs. Iskandar Msi, Disdikbut Drs Suhirdin MM, Dispora Yohn Tito SH. MH, Dinkes Ponco Wibowo SKM. MM, Disnaker Ismail Hanafi, Dispora, Kaban kesbangpol H. Surya Desman, Kakamenag Drs Rusidi Jafar MM, Seluruh camat, Seluruh Lurah, Seluruh forum kades, Mahasiswa Lahat, Lebih kurang 300 orang tamu undangan.

Sebelum dimulai acara menyanyikan lagu Indonesia Raya, lalu mendengarkan lagu Senjata Tajam dilanjutkan dengan Selayang Pandang.

Dalam sambutannya, Kapolres Lahat AKBP irwansyah SIK MH CLA membacakan intruksi dari Kapolda Sumsel, di Kabupaten Lahat khusus pidana Curat, Curas dan Curanmor diharapkan kepda Kapolsek, Danramil, Kantibimas serta Babinsa bisa mensosialisasikan kemasyarakat di kerna mereka yang paling dekat.

“Untuk ancaman hukumannya membawa sajam sampai dengan 10 tahun berarti kan harusnya berpikir tidak hanya mengedepankan emosi yang harus kita pikirkan juga bahwa kita punya keluarga punya anak punya istri,” pesannya.

Apakah membawa sajam asal dari Lahat apakah memang produk kebudayaan dari Lahat dan bagai mana penyelesaiannya, khususnya Polres Lahat itu memiliki tugas sesuai undang-undang Kepolisian tidak hanya penegakan hukum tetapi juga sebagai pengayom dan pelayan masyarakat.

“Saya sampaikan kepada seluruh anggota di awal saya bertugas penegakan hukum itu adalah jalan terakhir. Penegakan hukum ini kan tujuannya sebagai efektif supaya menimbulkan rasa jera baik yang melakukan tindak pidana itu ataupun orang yang akan melakukan tindakan yang sama,” himbaunya lagi.

Sementara, Sekda Lahat Januarsyah Hambali SH MM menyampaikan, bulan Juni nanti tidak ada lagi ada pejabat Eselon 3 dan 4 dan pengawas yang ada dalam jabatan fungsional jadi nanti di tempatnya untuk pengurusan birokrasi perizinan hanya ada sekretaris dan kepala dinas.

Semua itu, sambung Sekda, sesuai dengan perintah Presiden yang 5 poin itu salah satunya peranan birokrasi itu nanti yang didahulukan adalah perizinan untuk instansi yang lain secara bertahap pada bulan Desember 2020.

“Mohon maaf Wabup Lahat tidak hadir beliau hari ini juga menghadiri pertemuan dengan menteri keuangan dan kementerian ESDM. Pentingnya upaya preventif atau pencegahan atas pelanggaran hukum membawa sajam. Dalam kesempatan yang baik ini saya inginkan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dandim 0405/Lahat dan kapolres lahat bersama-sama dengan Pemerintah daerah menyelenggarakan kegiatan serta sampai saat ini Kabupaten Lahat kondusif. Kami ucapkan kepada para narasumber dan seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan baik. Kami harapkan kepada camat, kapolsek dan danramil jika perlu adakan rahasia. Budaya tujah ini bukan buda Kabupaten Lahat,”

Dandim 0405/Lahat mengatakan, budaya membawa sajam (tujah) ini bukan budaya warga Kabupaten Lahat. Untuk itu, dihimbau kepada seluruh warga kita sebelum kemana mana terlebih dahulu berdoa supaya di lindungi oleh Allah SWT.

“Terus terang, kami selaku TNI saja membawa senjata kalau mau perang. Intinya, sajam ini bukan budaya warga Lahat,” tegas Dandim 0405 Lahat.

Acara dilanjutkan paparan oleh Narasumber H. Aeherudin, BA, Tokoh adat, H. Hamdi arsal tokoh agama, Achmas syari kurnianto tokoh Pemuda, IPTU Irsan, SE KBO Sat Reskrim Polres Lahat, terakhir acara photo bersama dan santap makan siang. (Din)