Bulog: Distribusi Bansos Dikawal TNI/Polri

Palu, jurnalsumatra.com – Kepala Bidang Pengadaan dan OPP Perum Bulog Sulawesi Tengah, Bahar Haruna mengatakan distribusi beras bantuan sosial (bansos) untuk warga miskin di daerah itu, termasuk di lokasi terdamnpak gempabumi dan tsunami di Palu, Donggala, Parigi Moutong dan Sigi tetap berjalan lancar, tetapi demi keamanannya dikawal aparat TNI/Polri.
“Setiap kendaraan truk yang mengangkut beras bansos dikawal petugas TNI/Polri,” katanya di Palu, Jumat.
Ia mengatakan pendistribusian jatah beras bansos tetap dilakukan di semua kabupaten/kota di Provinsi Sulteng.
Namun karena adanya bencana alam gempabumi dan tsunami, maka daerah-daerah terdampak, kecuali Kota Palu mendapat perhatian khusus dan diprioritaskan.
Mengenai pendistribusian jatah beras bansos untuk warga miskin di Kota Palu, kata dia, mulai Oktober 2018 ini sudah dalam bentuk kartu (voucher) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Dengan demikian, kata dia, bukan lagi menjadi tanggung jawab Bulog. Bulog sekarang hanya melayani penyaluran beras bansos untuk semua kabupaten di Sulteng.
“Kalau penyaluran beras untuk kabupaten-kabupaten di Sulteng masih dilakukan oleh Bulog,” katanya.
Ia mengatakan  setelah mendapat perintah alokasi penyaluran (SPA) dari pemerintah kabupaten, pihaknya langsung menyalurkan beras subsidi tersebut sampai di setiap titik distribusi yang telah ditetapkan.

Selanjutnya, untuk pendistribusian kepada warga penerima manfaat, itu menjadi tugas dan tanggungjawab pihak pemerintah desa di wilayah masing-masing.
Bahar mengatakan saat ini sedang disalurkan beras bansos di Kabupaten Donggala dan Parigi Moutong.
Khusus di Kabupaten Sigi, kata Bahar akan disalurkan sekaligus untuk jatah tiga bulan (Oktober-Desember) 2018.
Bulog Sulteng, lanjut dia, masih memiliki stok beras di gudang dalam jumlah memadai.
Bulog juga tetap gencar membeli beras produksi petani, terutama di kabupaten yang tidak mengalami dampak gempabumi dan tsunami.
“Kalau pengadaan beras di Kabupaten terdampak gempa, seperti Donggala dan Sigi, serta sebagian di Kabupaten Parigi Moutong hingga kini masih belum jalan,” katanya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 + 10 =