Bulog Pati Gelar OP Di Pasar Kudus

Kudus, jurnalsumatra.com – Perum Bulog Subdivre II Pati, Jawa Tengah, menggelar kembali operasi pasar beras di Pasar Baru Kudus dengan menyiapkan 8 ton beras.
Menurut Kepala Gudang Perum Bulog Kudus Suamal ditemui di sela-sela menggelar OP di Pasar Baru Kudus, Jumat, jumlah beras yang disediakan untuk kegiatan OP hari ini (12/1) sebanyak 8 ton.
Dari jumlah sebanyak itu, lanjut dia, telah dibeli oleh salah satu pedagang sebanyak 65 sak atau 975 kg.
Kegiatan OP di Pasar Baru Kudus merupakan yang kedua setelah digelar di Pasar Bitingan Kudus yang berhasil menjual 1,5 ton beras.
“OP beras tidak hanya digelar di dua pasar, tetapi bisa digelar di semua pasar di Kudus dengan sasaran pedagang,” ujarnya.
Terkait dengan kualitas beras sampel sebelumnya, kata dia, kualitasnya memang jauh lebih bagus dari beras Bulog karena sampel yang digunakan diperkirakan beras premium.
Kualitas beras dari Perum Bulog merupakan beras kualitas medium yang merupakan cadangan beras pemerintah.
Adapun harga jual beras dari Bulog ke pedagang, kata dia, sebesar Rp8.000,00 per kilogram dengan kemasan per sak berisi 15 kg, sedangkan pedagang diperkenankan menjualnya kembali dengan harga sesuai dengan harga jual eceran (HET) beras medium yang ditetapkan sebesar Rp9.450,00/kg.
Nafiati, pedagang beras di Pasar Baru, mengakui tertarik membeli beras Bulog karena harganya yang cukup murah, sedangkan harga jual beras saat ini tengah melambung.
Untuk beras jenis ss biasa, lanjut dia, dijual dengan harga Rp9.500,00/kg untuk tingkat pedagang, sedangkan harga jual sebelumnya sekitar Rp9.000/kg.
“Di tingkat pengecer, tentunya bisa mencapai Rp11 ribu/kg,” ujarnya.     Dalam waktu dekat, kata dia, harga jual beras belum tentu bisa turun karena hingga sekarang pasokan beras di tingkat pedagang belum lancar.
Sarah, pedagang beras lainnya, mengaku belum tertarik membeli beras Bulog karena kualitasnya terlalu rendah sehingga khawatir tidak laku di pasaran.
Selain itu, dalam waktu dekat memasuki musim panen yang biasanya diikuti dengan penurunan harga jual beras di pasaran.
“Memang belum ada kepastian, harga jual beras akan turun atau sebaliknya tetap tinggi,” ujarnya.
Pada saat ini, dirinya memiliki stok beras jenis ss sebanyak 6 ton.
Beras jenis lainnya, kata Sarah, belum tersedia karena pasokan memang agak sulit.
Bupati Kudus Musthofa menegaskan bahwa stok beras di pasar  sebetulnya cukup aman. Namun, karena ada beras dari Kudus dijual ke luar daerah tentu mendongkrak harga jual.
Oleh karena itu, lanjut dia, peran Perum Bulog dibutuhkan untuk menstabilkan harga dengan menambah pasokan beras medium ke pasaran.
Ia berharap harga jual dari pedagang grosir ke pedagang eceran berkisar Rp8.200,00/kg sehingga pedagang masih mendapatkan keuntungan.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × two =