Bulog Sulteng Mulai Salurkan Jatah Rastra Sigi

     Sigi, jurnalsumatra.com – Perum Bulog Sulawesi Tengah mulai menyalurkan rastra yang diperuntukan bagi rumah tangga miskin (RTM) di Kabupaten Sigi.
Kepala Bidang Pengadaan dan OPP Perum Bulog Sulteng, Bahar Haruna, Kamis mengatakan penyaluran rastra di Kabupaten Sigi dilakukan mulai tanggal 07 Maret 2018.
Di daerah itu, kata dia, jatah rastra dibagikan kepada RTM untuk empat bulan (Januari-April) sebanyak 40 Kg/RTM/KK, karena setiap kk memperoleh jatah beras sesuai alokasi pemerintah pusat masing-masing 10 Kg.
Sebelumnya, setiap KK menerima jatah rastra 15 Kg, kini dikurangi menjadi 10 Kg, tetapi gratis.
Ia menambahkan hingga kini masih ada tiga kabupaten lainnya di Sulteng yang belum menyalurkan rastra yakni Tojo Una-Una, Banggai Laut dan Banggai Kepulauan.
“Tapi dalam waktu dekat akan menyusul karena tinggal menunggu surat perintah penyaluran dari Kementerial Sosial,” kata dia.
Mekanisme penyaluran rastra untuk banso mulai 2018 ini harus atas perintah penyaluran dari Kemensos. “Dahulu surat perintah penyaluran dari pemkab/pemkot. Tapi sekarang ini berubah dari Kemensos,” katanya.

Sejumlah warga di Kabupaten Sigi menyatakan sangat gembira karena jatah rastra yang mereka butuhkan itu,akhirnya disalurkan Bulog.
“Beras bantuan sosial dari pemerintah pusat sudah disalurkan Bulog kepada warga di Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi,” kata Jasmin, salah seorang warga di kecamatan itu, Kamis.
Ia mengatakan jatah rastra yang disalurkan Bulog kepada rumah tangga miskin (RTM) di wilayah tersebut dari Januari-April 2018.
Setiap warga menerima masing-masing 40kg/kk/RTM untuk jatah empat bulan.
“Ini sangat menolong dan meringankan masyarakat, apalagi dibagikan secara gratis,” kata dia.
Hal senada juga disampaikan Ny Rumi, seorang warga penerima rastra di Kecamatan Marawola Barat, Kabupaten Sigi.
Ia mengatakan beras subsidi pemerintah pusat tersebut sudah disalurkan Bulog kepada masyarakat Kecamatan Marawola Barat sejak hari Rabu (7/3).
“Ya saya sendiri memperoleh jatah rastra sekaligus untuk empat bulan Januari-April 2018 sebanyak 40kg tanpa membayar uang tebus kepada Bulog,” kata ibu rumah tangga itu.
Ia mengatakan beras yang disalurkan Bulog kepada warga miskin melalui pemerintah desa kali ini tidak lagi dibayar. Kalau dahulu kami membayar uang tebus sebesar Rp1.600/kg.
Tetapi sekarang ini, kata dia, warga menerima rastra secara cuma-cuma, karena pemerintah yang sudah bayarkan.(anjas)

Leave a Reply