BUMN Hadir: Pendamping SMN Bangga Mengenal Provinsi Maluku

    Ambon, jurnalsumatra.com – Guru pendamping program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) asal provinsi Riau, Fitri Anita menyatakan kebanggannya dapat berkunjung ke provinsi Maluku karena dapat mengenal budaya, adat istiadat serta pesona alam yang sangat indah di provinsi tersebut.
“Saya banga dan senang dapat mendampingi para peserta program SMN berkunjung ke Kota Tual dan Ambon, provinsi Maluku, termasuk mengunjungi monumen pahlawan nasional asal Maluku Martha Christina Tiahahu, yang merupakan pahlawan perempuan Indonesia pertama,” katanya, di Ambon, Selasa.
Fitri mendampingi 23 siswa Asal Riau mengunjungi kawasan Monumen Martha Christina Tiahahu yang terletak di kawasan Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, kota Ambon pada Senin (20/8) dan dapat menyaksikan pesona alam yang merupakan perpaduan laut, bukit dan keindahan Kota Ambon saat mata hari terbenam (sunset).
Guru SMA Negeri 1 Pekanbaru, provinsi Riau tersebut mengaku untuk pertama kalinya dapat mengunjungi monumen pahlawan nasional asal Maluku tersebut yang merupakan perempuan pertama Indonesia yang bangkit sebagai pejuang menentang berbagai bentuk penjajahan di tanah air pada 1817.
“Saya bersama anak-anak sangat senang dan merasa bangga melihat dari dekat monumen pahlawan Martha Christina  Tiahahu. Dulu hanya mengetahuinya dari buku sejarah dan literatur,” ujar Fitri.
Menurut dia,  pertukaran pelajar melalui program SMN yang digagas Kementerian BUMN merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi para siswa untuk semakin mengenal Indonesia, terutama kebudayaan, sejarah, adat istiadat serta keindahan alam masing-masing daerah.

       “Sekarang saya mempunyai kesempatan bersama siswa mengikuti program SMN untuk mengenal lebih dekat tentang Provinsi Maluku yang selama ini hanya diketahui lewat bacaan buku sejarah maupun berita-berita di media masa termasuk di Perpustakaan. Karena itu pengalaman yang sangat luar bisa ini akan diceritakan kepada siswa lainnya di Pekanbaru,” tandasnya.
Ia mengatakan keindahan Provinsi Maluku sangat luar biasa karena rangkaian pulau-pulau yang dikelilingi laut yang luas banyak menyimpan pesona, terutama keindahan objek wisata pantai yang masih alamiah.
“Maluku dianugerahi Tuhan dengan potensi wisata yang luar biasa. masyarakat daerah ini harus bangga memiliki daerah yang kaya beragam objek wisata yang belum tentu dimiliki daerah lainnya di tanah air. Ini pengalaman pertama saya menginjakkan kaki di wilayah Indonesia Timur,” katanya.
Menurut dia, yang perlu dipelajari di Maluku adalah hubungan persaudaran dan kekerabatan yang terjalin antarmasyarakat, mengingat daerah ini pernah dilanda konflik sosial pada 1999, sekaligus memunculkan stigma Maluku sebagai daerah rawan.
“Bagi kami yang berasal dari daerah lain, khususnya di pulau Sumatera merasa takut berkunjung ke Ambon dan Maluku. tetapi saat tiba di daerah ini ternyata kondisinya sangat berbeda. Orang Maluku sudah hidup berdampingan dalam semangat persaudaraan yang penuh damai. Hal ini sangat penting untuk dipelajari oleh masyarakat dari daerah lain di Indonesia,” tandasnya.(anjas)

Leave a Reply