Bupati Banyumas: Formasi CPNS Diatur Pemerintah Pusat

     Purwokerto, jurnalsumatra.com – Formasi penerimaan calon pegawai negeri sipil diatur oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, kata Penjabat Bupati Banyumas Budi Wibowo.
“Kita mendapat alokasi sebanyak 729 orang, itu juga sudah diatur semuanya dari sana (Kemenpan RB, red.) ‘by locus’ dan itu adalah kekosongan yang di ‘locus’ (lokasi, red.) tersebut. Jumlahnya juga sudah ditetapkan dari mereka,” katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu.
Oleh karena itu, kata dia, pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah provinsi hanya menjadi penyelenggara seleksi CPNS, sedangkan tim dari pusat.
Ia menjelaskan calon peserta seleksi mendaftar secara daring (online) dan selanjutnya dilakukan verifikasi administrasi di pusat.
“Bagi yang lolos verifikasi administrasi akan mengikuti tes selanjutnya, yaitu tes dengan komputer atau CAT (Computer Assisted Test),” katanya.
Disinggung mengenai tuntutan tenaga honorer kategori dua (K2), khususnya guru, ia mengakui hal itu sesuatu yang dilematis karena pemerintah pusat tentunya berpikiran bahwa seorang birokrat harus profesional dan proporsional sehingga semestinya dibutuhkan tenaga-tenaga yang sesuai dengan kompetensinya.
Tenaga honorer K2, kata dia, berasal dari banyak hal karena ada yang lulusan sekolah lanjutan tingkat pertama, sekolah lanjutan tingkat atas, dan perguruan tinggi.
“Ini juga diberi kesempatan, ada 28 orang yang bisa masuk (seleksi CPNS) dari eks-K2 itu. Silakan ketika mereka-mereka memiliki kriteria dan lolos seleksi, ya pasti akan diterima, cuma tidak bisa semuanya karena keterbatasan anggaran, kemudian keterbatasan pada kompetensi yang dibutuhkan,” katanya.

       Sebelumnya, puluhan guru yang tergabung dalam Forum Guru dan Tenaga Honorer K2 Kabupaten Banyumas berunjuk rasa menuntut diangkat menjadi PNS tanpa tes karena mereka telah mengabdi selama bertahun-tahun.
Unjuk rasa tersebut dipicu oleh alokasi dalam seleksi CPNS 2018 untuk formasi dari guru honorer K2 di Kabupaten Banyumas hanya 27 orang dan usianya dibatasi maksimum 35 tahun per tanggal 1 Agustus 2018.
Berdasarkan Pengumuman Nomor 810/4170/IX/2018 tentang Penetapan Kebutuhan (Formasi) Pegawai Aparatur Sipil Negara (CPNS) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas Tahun Anggaran 2018 diketahui bahwa tambahan alokasi formasi CPNS untuk Kabupaten Banyumas 729 orang.
Jumlah tersebut terdiri atas formasi eks-tenaga honorer K2 dari tenaga kependidikan (guru) 27 orang dan tenaga kesehatan satu orang. Total formasi eks-tenaga honorer K2 sebanyak 28 orang.
Selain itu, formasi tenaga kependidikan 454 orang, formasi tenaga kesehatan 223 orang, dan formasi tenaga teknis 24 orang.(anjas)

Leave a Reply