Bupati Barut Harapkan Masyarakat Hentikan BAB Sembarangan

Muara Teweh, jurnalsumatra.com – Bupati Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah(Kalteng) Nadalsyah, mengharapkan masyarakat yang berada di desa timbul kesadaran untuk menghentikan buang air besar  (BAB) sembarangan.
“Mari biasakan melakukan cuci tangan memakai sabun di saat setelah dari WC, setelah membersihkan anak dari BAB, sebelum menghidangkan makanan, sebelum makan dan setelah memegang hewan atau benda-benda kotor lainnya,” katanya saat pencanangan desa BABS atau Desa ODF dan Deklarasi Stop BABS di Desa Malungai dan Desa Rarawa, Kecamatan Gunung Timang, Kamis.
Menurut Bupati, kegiatan ini diharapkan bisa mendorong atau memicu masyarakat desa lainnya agar bisa termotivasi untuk melakukan perubahan perilaku sehat yaitu salah satunya dengan tidak BAB sembarangan.
“Melalui Stop BABS dan kebiasaan mencuci tangan memakai sabun akan dapat memutuskan mata rantai penularan penyakit dengan menerapkan pilar sanitasi total berbasis masyarakat dapat mewujudkan Barut menjadi kabupaten yang sehat,” katanya.
Bupati mengatakan, pembangunan kesehatan khususnya di Kabupaten Barut sudah tentu merupakan bagian integral dari RPJMD Barut periode 2019-2023 dengan visi yakni “Terwujudnya masyarakat Barito Utara yang religius, mandiri dan sejahtera melalui percepatan peningkatan pembangunan di bidang  sumber daya manusia, infrastruktur dan ekonomi kerakyatan”.

Sedangkan, dalam misi Kabupaten Barut dapat dijabarkan pada skala prioritas yaitu salah satunya adalah kesehatan masyarakat dan kesehatan lingkungan.
Pada kesempatan Bupati juga menyampaikan ucapan selamat kepada pemerintah desa serta masyarakat Desa Malungai maupun Desa Rarawa atas dicanangkannya Desa ODF ini.
“Tidak lupa pula saya memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Barut serta seluruh jajaran Kecamatan Gunung Timang yang telah menyukseskan terselenggaranya kegiatan pencanangan Desa ODF ini,” katanya.
Pada kesempatan itu, Bupati mengingatkan, saat ini kesehatan merupakan salah satu sektor yang selalu menjadi sorotan, terlebih lagi jika hal tersebut menjadi persoalan di tengah-tengah masyarakat.
Kenyataannya hingga saat ini perhatian pada sektor kesehatan masih diartikan sebatas penyembuhan penyakit, padahal diakui bersama bahwa pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan, oleh karena itu, lingkungan dan perilaku sehat menjadi faktor terbesar dalam menentukan status kesehatan masyarakat.
“Perilaku hidup bersih dan sehat menjadi tanggung jawab bersama agar masyarakat mau dan menyadari, serta mampu mengenali dan mencegah juga mampu mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi,” tandas Bupati. (anjas)

Leave a Reply